
Satu Lagi Manfaat Madu
Siapa yang tak kenal dengan madu? Seorang muslim yang baik harus kenal dengan zat ini karena ia sangat spesial disebut dalam Al-Qur’an secara eksplisit oleh Rabb semesta alam. Khasiatnya dapat membantu penyembuhan berbagai macam penyakit, dan macam-macam manfaat madu lainnya. Kami akan menyuguhkan salah satu khasiatnya yang berkaitan dengan kulit, berikut cara mempraktekkannya. Simak juga tips-tips pengujian keaslian madu. Apa saja?
Sesungguhnya diantara anugerah Allah yang sangat besar kepada kita
adalah syariat-Nya yang sangat lengkap untuk kehidupan seluruh manusia.
Apa-apa yang Dia perintah maupun segala larangan-larangan-Nya selalu
membawa kebaikan pada manusia itu sendiri.
Allah mengajari manusia agar selanjutnya mereka mau berfikir sebagai
bukti dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Salah satu contoh yang paling
jelas dan tidak habis termakan oleh zaman ialah madu. Sebagaimana
firman-Nya,
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:
"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari
tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah
dimudahkan (bagimu)."
Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya,
di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan)
bagi orang-orang yang memikirkan. (an-Nahl: 68-69). HREF="#foot19">1
Popularitas madu di daratan Asia hingga ke Eropa berlangsung sudah
lama. Secara turun-temurun madu dimanfaatkan untuk menjaga stamina
tubuh tetap segar dan prima, sekaligus memberi makanan bagi kulit.
Jadi, tidak ada salahnya kalau anda mencoba tips yang mudah dilakukan
ini…
Agar raga sehat dan bugar, minumlah satu sendok madu lebah setiap
pagi sebelum sarapan. Sedangkan untuk kecantikan kulit, gunakan madu
sebagai pelembab, karena kelebihan madu adalah mengikat air. Anda
buktikan sendiri setelah memakai madu beberapa lama, insya Allah kulit
akan terasa lembab, tidak lagi kusam, dan otomatis gejala penuaan
dini jadi pergi jauh.
Caranya sangat mudah, ambil setetes madu, boleh dicampur dengan beberapa
tetes air untuk memudahkan pelarutan, lalu oleskan pada kulit wajah
yang sudah dibersihkan. Alternatif lain, gunakan madu untuk campuran
masker, khususnya untuk menyiasati kulit dengan kelewat kering.
Campur rata sesendok teh madu dengan bubuk masker, beri air sedikit,
dan oleskan merata pada wajah. Tunggu beberapa lama hingga mengering,
lalu basuh sampai bersih. Lakukan perawatan satu atau dua kali setiap
bulan.
Adapun untuk memberi gizi pada kulit, poleskan madu secara merata
ke wajah hingga leher dan biarkan beberapa lama. Semakin lama madu
berada di kulit, manfaatnya tentu lebih terasa. Sifat madu yang hidroskopis
dan desinfektan selain dapat membuat kulit jadi lembut, halus,
lentur, segar, juga mampu mengangkat kotoran halus di sela jaringan
sel kulit, menyembuhkan luka dan radang.
Pilah-Pilih Madu
Khasiat madu akan semakin terasa, kuncinya pada pemilihan madu yang
berkualitas baik. Disarankan, jangan membeli madu karena tertarik
oleh kemasannya yang bagus. Belilah madu dalam kemasan kecil, sebab
anda perlu melakukan tes untuk menguji keaslian madu. Berikut kiat-kiatnya:
Biarkan botol madu terbuka beberapa lama. Jika semut segera datang
berkerumun, berarti anda telah salah pilih. Ketahuilah, semut tidak
menyukai rasa manis glukosa dan fruktosa dalam madu
Teteskan sedikit madu pada kertas, misalnya kertas koran. Jika madu
tersebut cukup cepat mengembang berarti mutu madu itu buruk, karena
kadar air yang terkandung terlalu tinggi.
Ambil sebatang korek api, masukkan ke dalam madu lalu nyalakan. Jika
korek bisa menyala, berarti madu tersebut asli.
Kocoklah madu beberapa saat. Madu yang baik tidak menghasilkan banyak
busa.
--------------------------------------------------------------------------------
Catatan Kaki
… HREF="#tex2html2">1
Pengantar redaksi vbaitullah.or.id.
--------------------------------------------------------------------------------
Diambil dari artikel "Kulit Kinclong Berkat Madu"
oleh Devi Arianti yang disalin dari majalah Natural Vol. 01
Januari 2005, hal. 27.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar