Selasa, 02 September 2008

Apa itu Clostridium botulinum?

Ditulis Oleh Adhi Rachdian
Senin, 21 April 2008
Apa itu Clostridium botulinum?

Clostridium botulinum adalah nama jenis bakteri yang umumnya ditemukan di tanah dengan kondisi yang kandungan oksigennya sangat rendah. Dalam bentuk spora, bakteri tersebut hanya dapat bertahan hidup hingga suatu saat bakteri tersebut dapat berkembang biak pada kondisi tertentu yang menghasilkan racun Botulinum. Terdapat 7 jenis racun botulism di kategorikan dari A - G dan hanya jenis A, B, E dan F yang berefek terhadap kesehatan manusia. Penemu bakteri ini adalah Robert Koch (Fisikawan Peraih Nobel 1905).

Apa Hubungannya Madu dengan C. botulinum?

Penelitian modern menemukan, madu asli ternyata mengandung bakteri clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Dalam keadaan tidak higienis spora tersebut menjadi racun yang jika dikonsumsi oleh bayi berumur < 12 bulan akan menyebabkan penyakit botulism. Penyakit yang yang masih jarang terjadi dan terindikasikan.
Penyakit tersebut dapat menyebabkan bayi menjadi konstipasi, sulit makan, cengeng, terhambatnya pertumbuhan dan lain-lain bahkan kematian (sedikit kasus).
Di California antara tahun 1976 - 1983, dilaporkan oleh CDC, terdapat 395 kasus pasien yang berumur 2 s/d 38 minggu, 11 diantaranya meninggal. Jenis racun botulism/botulinal yang diidentifikasi adalah jenis A (50%), B(49%) & F. Dari data selama 2001-2002 di kota New York kasus yang terjadi adalah 2-68 kasus per 100.000 kelahiran bayi. Kasus tertinggi tertinggi terjadi pada bayi < 6 bulan dimana kasus paling fatal < 1%. Di Amerika dari 110 yang dilaporkan setiap tahunnya, 25% diantaranya disebabkan dari makanan.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dan informasikan adalah sangat tidak disarankan untuk memberikan bayi di bawah < 1 tahun dengan madu maupun makanan yang didalamnya mengandung madu. Bahkan industri makanan bayi untuk umur < 1 tahun pun tidak diperkenankan untuk memproduksi makanan bayi yang mengandung madu.
Bagi yang memiliki data kasus penyakit ini di Indonesia, sharing dong... Atau kalau belum ada, barangkali ada yang berbaik hati mengumpulkan datanya terus berbagi disini...
Informasi ini dirasakan sangat perlu untuk kita berbagi pengalaman karena begitu banyaknya iklan madu yang "menjelaskan" sekaligus "menyesatkan " bahwa madu baik untuk balita adalah sangat mengkhawatirkan. Pengalaman dari keponakan penulis sendiri yang mengalami diare setelah diberikan madu (madu terbaik dan termahal) dengan waktu yang cukup lama adalah salah satu kasus yang terjadi di Indonesia. Kasus-kasus lainnya akibat bakteri ini sebaiknya menjadi catatan dan PR tersendiri bagi pihak pemerintah RI dalam hal ini Depkes RI untuk meng-kampanyekan dan menginformasikannya lebih luas lagi.
Demikian informasi ini semoga berguna.

21 April 2008
@dH1
Dokumen Newsletter no. 76 - June 2003 Wold Congress Foodborne Infections and Intoxications - Berlin
http://www.cdc.gov/
http://www.euro.who.int
www.bionewsonline.com/r/1/clostridium_q.htm
ec.europa.eu/food
www.med-library.net/
www.ourfood.com/OurFood.pdf 08/07/15 oleh madusumbawa-ntb.blogspot Hapus
Edit Lihat LEBAH MADU - 1

Tidak ada komentar: