Sabtu, 29 November 2008
Bawang Putih Sehatkan Jantung
Getty Images/Steve Bauer
Bawang putih memiliki khasiat mengobati penyakit.
Artikel Terkait:
Darah Haid Bisa Perbaiki Jantung?
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Teh Hitam, Cegah Jantungan
Jambu Biji, Cegah Jantungan
Teh Hitam Cegah Sakit Jantung, Kanker dan Diabetes
Selasa, 6 Mei 2008 | 17:30 WIB
BAWANG putih (Allium sativum) bukan saja dikenal sebagai bumbu masak yang melezatkan, namun sejak lama digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Ribuan riset juga mengklaim bawang putih mampu mengatasi dan mencegah beragam penyakit mulai dari kanker hingga pembuluh darah dan jantung. Walau begitu, tak sedikit pula yang menyatakan bahwa khasiat bawang putih belum signifikan khusunya dalam mencegah dan mengobati penyakit-penyakit degeneratif tersebut.
Sebuah riset di Los Angeles Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengungkap bukti baru yang mendukung manfaat bawang putih bagi kesehatan pembuluh darah. Ektrak bawang putih dalam bentuk pil diyakini memiliki potensi besar mencegah terjadinya ateroskeloris atau penebalan jaringan dinding pembuluh darah.
Professor Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, yang menyimpulkan melalui hasil riset pendahuluan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B-12, asam folat, vitamin B-6 dan L-arginine mampu menghambat terjadinya aterosklerosis.
Pada risetnya, Budoff melibatkan 65 partisipan berusia rata-rata 60 tahun dan memiliki risiko cukup besar mengidap penyakit jantung. Partisipan dibagi dua kelompok yakni yang mengonsumi pil berisi ekstrak bawang putih plus vitamin, sedangkan sekelompok lainnya diberi kapsul berisi plasebo.
Partisipan dipantau selama setahun dan pada akhir riset tercatat 58 partisipan masih bertahan. Secara rutin setiap bulan, partisipan harus diperiksa kadar kolesterol dan unsur darah lainnya. Mereka juga harus melakukan scan jantung pada awal dan akhir penelitian.
Dari riset terungkap, perkembangan aterosklerosis tampak tidak pesat pada mereka yang mengonsumsi pil bawang putih dibandingkan yang meminum plasebo. Menurut peneliti, temuan itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, derajat keparahan aterosklerosis pada awal studi, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan pengobatan diabetes.
Budoff dan timnya tidak menjelaskan kandungan apa yang sebenarnya memberikan pengaruh terbesar bagi perlambatan aterosklerosis. Namun begitu, ektrak bawang putih diyakini memberikan manfaat utama menurunkan kadar homosistein, asam amino yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Budoff mengharap penelitian ini akan berlanjut untuk mengungkap potensi bawang putih plus vitamin dalam memperlambat kalsifikasi pembuluh darafh jantung. Hasil penelitian Budoff ini dipresentasikan pada American Heart Association's 2008 Quality of Care and Outcomes Research in Cardiovascular Disease and Stroke Conference.
The study was funded by Wakunaga of America, which makes the garlic pill used in the study. Budoff had full control over the study.
AC
Sumber : WebMD
Bawang putih memiliki khasiat mengobati penyakit.
Artikel Terkait:
Darah Haid Bisa Perbaiki Jantung?
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Teh Hitam, Cegah Jantungan
Jambu Biji, Cegah Jantungan
Teh Hitam Cegah Sakit Jantung, Kanker dan Diabetes
Selasa, 6 Mei 2008 | 17:30 WIB
BAWANG putih (Allium sativum) bukan saja dikenal sebagai bumbu masak yang melezatkan, namun sejak lama digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Ribuan riset juga mengklaim bawang putih mampu mengatasi dan mencegah beragam penyakit mulai dari kanker hingga pembuluh darah dan jantung. Walau begitu, tak sedikit pula yang menyatakan bahwa khasiat bawang putih belum signifikan khusunya dalam mencegah dan mengobati penyakit-penyakit degeneratif tersebut.
Sebuah riset di Los Angeles Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengungkap bukti baru yang mendukung manfaat bawang putih bagi kesehatan pembuluh darah. Ektrak bawang putih dalam bentuk pil diyakini memiliki potensi besar mencegah terjadinya ateroskeloris atau penebalan jaringan dinding pembuluh darah.
Professor Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, yang menyimpulkan melalui hasil riset pendahuluan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B-12, asam folat, vitamin B-6 dan L-arginine mampu menghambat terjadinya aterosklerosis.
Pada risetnya, Budoff melibatkan 65 partisipan berusia rata-rata 60 tahun dan memiliki risiko cukup besar mengidap penyakit jantung. Partisipan dibagi dua kelompok yakni yang mengonsumi pil berisi ekstrak bawang putih plus vitamin, sedangkan sekelompok lainnya diberi kapsul berisi plasebo.
Partisipan dipantau selama setahun dan pada akhir riset tercatat 58 partisipan masih bertahan. Secara rutin setiap bulan, partisipan harus diperiksa kadar kolesterol dan unsur darah lainnya. Mereka juga harus melakukan scan jantung pada awal dan akhir penelitian.
Dari riset terungkap, perkembangan aterosklerosis tampak tidak pesat pada mereka yang mengonsumsi pil bawang putih dibandingkan yang meminum plasebo. Menurut peneliti, temuan itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, derajat keparahan aterosklerosis pada awal studi, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan pengobatan diabetes.
Budoff dan timnya tidak menjelaskan kandungan apa yang sebenarnya memberikan pengaruh terbesar bagi perlambatan aterosklerosis. Namun begitu, ektrak bawang putih diyakini memberikan manfaat utama menurunkan kadar homosistein, asam amino yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Budoff mengharap penelitian ini akan berlanjut untuk mengungkap potensi bawang putih plus vitamin dalam memperlambat kalsifikasi pembuluh darafh jantung. Hasil penelitian Budoff ini dipresentasikan pada American Heart Association's 2008 Quality of Care and Outcomes Research in Cardiovascular Disease and Stroke Conference.
The study was funded by Wakunaga of America, which makes the garlic pill used in the study. Budoff had full control over the study.
AC
Sumber : WebMD
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
nasir/ kompasKamis, 10 Januari 2008 | 23:13 WIB
Jangan sia-siakan limbah kulit udang dan kepiting. Ekstrak zat kerak yang lebih populer dengan nama chitosan ini mampu mengatasi tekanan darah tinggi, diabetes, hati, kanker, dan gangguan organ tubuh. Terakhir chitosan diyakini bisa sebagai bahan pengawet makanan, seperti formalin.
Sri Haryati (65) sudah lama mengalami gangguan tekanan darah tinggi. Seperti dituturkan ibu rumah tangga yang tinggal di bilangan Blok A, Jakarta Selatan ini, setahun lalu, tekanan darahnya sampai di atas 200 mmHg, paling rendah 140.
Oleh dokter yang memeriksanya, Sri dianjurkan mengonsumsi obat antihipertensi. Selain itu, ia diharuskan banyak istirahat dan dilarang mengemudikan mobil.
Bosan minum obat kimia, pengobatan alternatif menjadi pilihan Sri. Untunglah dia bertemu Sinse Harry, akupunturis dan herbalis yang berpraktik di bilangan Pluit, Jakarta Utara.
Sri dianjurkan mengonsumsi ekstrak zat kerak udang atau kepiting, yang biasa disebut chitosan. Sebulan kemudian, tekanan darahnya turun menjadi 120/90 mmHg. Kini, ia mengaku tekanan darahnya stabil di angka 120/80.
Pengalaman lain, Karyati (34) sempat mempunyai berat badan hingga 70 kg dengan tinggi badan 157 cm. Kondisi tersebut membuat karyawati perusahaan telekomunikasi ini kurang percaya diri. Beberapa terapi dilakoni, yakni ikut klub senam kebugaran dan minum teh pelangsing.
Berat badannya memang turun menjadi 60 kg, tetapi kepalanya jadi sering pusing dan keseimbangannya terganggu. “Kalau sedang berjalan, badan terasa melayang. Begitu juga bila mau berdiri selepas duduk,” tuturnya.
Atas anjuran Dr. Setiawan, Ph.D, dokter sekaligus herbalis, Karyati mengonsumsi kapsul chitosan. Setelah dua bulan, berat badannya turun menjadi 50 kg.
Lainnya, Hendra Mustofa (28) menderita sakit maag sejak duduk di bangku SMA.
Ketika kuliah, ia sering tak sadarkan diri karena derita maag yang tak tertahankan. Beberapa pengobatan telah dilakoni, sayangnya belum ada yang membuahkan hasil.
Atas saran kerabatnya, ia mengonsumsi ramuan chitosan. Hasilnya, ia tak lagi mengalami sakit maag. Bahkan, ia sudah berani mengasup makanan pedas, meski cuma sesekali.
Kulit Keras
Chitosan pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Perancis, Ojier, pada tahun 1823. Ojier meneliti chitosan hasil ekstrak kerak binatang berkulit keras, seperti udang, kepiting, dan serangga.
Dijelaskan DR. Ir. Linawati Hardjito, Ketua Departemen Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, chitosan merupakan produk turunan dari polymer chitin, yakni produk limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50 persen dari total berat udang.
Proses pembuatan chitosan, menurut Dr. Setiawan, pertama-tama kulit udang atau kepiting dicuci dengan larutan alkali encer untuk menghilangkan protein (deproteinisasi). Selanjutnya bahan dicuci dengan larutan asam hidroklorik encer untuk menghilangkan kerak kapur (demineralisasi). Proses deproteinisasi dan demineralisasi usai, yang tersisa adalah zat kerak (crust).
“Dalam zat kerak terdapat unsur butylosar yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Zat kerak tak larut dalam asam maupun basa, dan sulit diserap oleh tubuh manusia,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan unsur butylosar secara utuh, dokter yang berpraktik di daerah Pluit, Jakarta Utara ini menguraikan prosesnya. Pertama kali, zat kerak dimasukkan ke dalam larutan alkali pekat. Selanjutnya, dipanaskan dalam suhu 80-120 derajat Celsius untuk melepaskan asetil.
Butylosar yang telah didapatkan itu hanya larut dalam asam encer dan cairan tubuh manusia. Dengan demikian, butylosar dapat diserap oleh tubuh.
Kerak yang telah dilepaskan asetilnya merupakan zat murni, tinggi sifat basanya, serta mengandung banyak molekul glukosa. Zat itu merupakan satu-satunya selulosa yang dapat dimakan.
Ditambahkan DR. Linawati, zat ini mempunyai muatan positif yang kuat, dan dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain. Selain itu, zat ini mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun.
Pengganti Formalin
Lebih lanjut, Dr. Setiawan menguraikan khasiat butylosar, yakni meningkatkan fungsi pembunuh sel kanker. Dalam sebuah riset antitumor, katanya, butylosar mempunyai daya penekan terhadap penyebaran sel tumor sekaligus merangsang kemampuan kekebalan tubuh serta mendorong tumbuhnya sel T limpa dari pankreas.
“Bahaya kanker terletak pada kemungkinan peralihannya. Kemampuan zat butylosar dalam menekan sifat peralihan sudah diakui oleh ilmuwan biologi di berbagai negara melalui cara yang berbeda-beda. Selain itu, dalam pemakaiannya terhadap pasien memperlihatkan keberhasilan yang cukup tinggi,” kata Dr. Setiawan.
Butylosar mempunyai kemampuan menempel pada molekul sel di permukaan bagian dalam pembuluh darah. Kondisi ini mencegah sel tumor menempel pada sel permukaan pembuluh darah, artinya mencegah perembesan jaringan kanker ke daerah sekitar.
Butylosar dapat juga mengurangi penyerapan tubuh terhadap ion-ion klor. Zat ini meningkatkan fungsi pembesaran pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah.
Sejak tahun 2004, menurut DR. Linawati, Departemen THP telah melakukan uji aplikasi zat kerak pada beberapa produk ikan asin, seperti jambal roti, teri, dan cumi. Dalam berbagai konsentrasi, chitosan dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan.
Hasilnya, pada konsentrasi 1,5 persen saja penggunaan chitosan dapat menyamai pemakaian formalin yang merupakan bahan berbahaya. Indikasinya, lalat yang hinggap lebih sedikit, penampakannya lebih baik daripada ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) maupun ikan asin dengan formalin.
Pemakaian chitosan sebagai bahan pengawet juga tidak menimbulkan perubahan warna dan aroma. Setengah berpromosi, DR. Linawati membandingkan segi ekonomis penggunaan chitosan dibanding formalin. Untuk 100 kg ikan asin diperlukan satu liter chitosan seharga Rp 12.000, sedangkan formalin Rp 16.000.
Dr. Setiawan menambahkan, untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan 2 x 2 kapsul per hari diminum dengan air hangat. Bila diminum bersama produk lain, beri jarak waktu 1 jam karena sifatnya yang mengikat. Ia mengingatkan, chitosan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak
TOK
Sumber : GHS
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Artikel Terkait:
Menopause Berseri dengan Drospirenone dan Estradiol
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
Rabu, 9 April 2008 | 19:17 WIB
TELMISARTAN, obat antihipertensi golongan angiotensin II Receptor Blocker (ARB) moderen, memberi perlindungan setara dengan Ramipril yang merupakan standar emas pengobatan hipertensi. Obat ini juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, myocardial infarction, stroke serta mengurangi jangka waktu perawatan di rumah sakit karena gagal jantung.
Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian dan kecacatan nomor satu secara global, kata Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia dr Arieska Ann Soenarta SpJP(K), dalam diskusi bertema Waspadai Hipertensi dan Penyakit Penyertanya sebagai Ancaman Kematian Terbesar di Dunia , Rabu (9/4), di Hotel Mulia, Jakarta.
Penyakit kardiovaskular adalah istilah bagi serangkaian gangguan yang menyerang jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, nyeri dada, kerusakan sementara pada penglihatan. Definisi kardiovaskular juga mencakup penyakit lain seperti kerusakan jantung akibat demam reumatik, penyakit jantung bawaan.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), dari sekitar 10 juta orang di dunia yang selamat dari stroke setiap tahunnya, lebih dari 5 juta di antaranya cacat permanen sehingga jadi beban keluarga dan masyarakat. Stroke mayor dianggap oleh separuh populasi berisiko sebagai hal yang lebih buruk dibanding kematian.
Penyebab utama penyakit kardiovaskular adalah sekitar 75 persen penderitanya di seluruh dunia disebabkan faktor risiko konvensional termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik dan penggunaan tembakau. Di negara maju, setidaknya sepertiga penderita penyakit kardiovaskular disebabkan lima faktor risiko yaitu tembakau, alkohol, tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol dan obesitas.
Baru-baru ini studi ONTARGET (Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial) yang melibatkan 25.620 pasien dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmuwan Tahunan ke-57 Perhimpunan Ahli Kardiologi Amerika, Amerika Serikat. Hasil studi itu membuktikan, Telmisartan memberi perlindungan setara dengan Ramipril.
Perlindungan terhadap episode kardiovaskular pada pasien yang menerima Telmisartan sebesar 16,66 persen, sedangkan pasien yang menerima Ramipril 16,46 persen. Risiko relatif (angka perbandingan probabilitas episode yang terjadi pada kelompok Telmisartan dibandingkan kelompok Ramipril) sebesar 1,01 dengan 95 persen Cl dari 0.9 4-1.09.
Pada tahun 2000, studi HOPE menunjukkan, risiko kardiovaskular pada pasien yang diobati dengan Ramipril menurun sekitar 20 persen dibandingkan placebo. Ini berarti bahwa episode serius kardiovaskular dapat dicegah. Efek yang setara juga terjadi pada penggunaan Telmisartan. Dalam stu di itu, semua respon yang berisiko tinggi menerima pengobatan standar seperti statin untuk menurunkan kolesterol, terapi anti-platelet, betablocker dan obat antihipertensi lain.
Evy Rachmawati
Sumber : KOMPAS
Rosella, Halau Hipertensi Sekuat Captopril
Getty Images
Bunga hibiscus mengandung zat besi, vitamin A dan C, kalsium, serta serat
Artikel Terkait:
Petani Lahan Pasir Mulai Lirik Rosella
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Menopause Berseri dengan Drospirenone dan Estradiol
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
Hibiscus, Bikin Cantik dan Bugar
Selasa, 22 April 2008 | 18:17 WIB
MENURUT data dari National Heart, Lung and Blood Association, hampir sepertiga warga negara Amerika menderita hipertensi. Hipertensi terjadi seperti sebuah selang kecil tipis berisi terlalu banyak air yang menekan. Bila terus menerus menekan, selang akan bocor dan selang bisa jadi bakal pecah.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada pembuluh darah. Tekanan yang begitu kerap atau intens bakal membahayakan organ-organ lain seperti ginjal, jantung menimbulkan masalah sehingga muncul stroke, kebutaan, dan lain-lainnya.
Untuk mengontrol hipertensi, dokter biasanya merekomendasikan perubahan gaya hidup—olahraga, rileksasi, menghidari asupan garam—ditambah pengobatan. Selanjutnya, teh hibiscus bisa jadi tambahan terapi.
Tampaknya hibiscus atau yang kerap kita kenal sebagai bunga sepatu mampu menurunkan tekanan darah. sama seperti obat penurun tekanan darah, bunga berwarna merah juga kuning ini dikatakan dapat membuka pembuluh darah lebih lebar, menurunkan kekentalan darah dan meningkatkan produksi urin sehingga dapat mengurangi volum darah.
Teh hibiscus dibuat dari bunga Hibiscus sabdariffa, kadang-kadang disebut Rosella atau Karkade. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Phytomedicine tahun 2004, para pasien minum setiap hari 10 gram bunga kering yang diseduh.
Hasilnya menunjukkan bahwa teh ini dapat mengontrol hipertensi jenis ringan maupun sedang seefektif Captopril, obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung.
Hibiscus juga dikatakan bekerja cepat. Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa setelah 12 hari, 31 pasien yang mengonsumsi teh Hibiscus rata-rata mengalami penurunan tekanan darah hingga 11,2 persen untuk tekanan sistolik dan 10,7 persen untuk tekanan diastolik.
Normalnya, tekanan sistolik 120 dan diastolik 80, artinya teh hibiscus dapat menurunkan tekanan darah hingga kondisi normal selama kurang lebih tidak sampai dua minggu. Bagaimana para penderita hipertensi sebaiknya menggunakan herba ini?
Ellen Kamhi, Ph.D, RN dan kawan penulis dari The Natural Medicine Chest (Evans & Co.,2000) merekomendasikan agar memberitahukan penggunaan herba ini kepada dokter sementara Anda menggunakan obat atau meninggalkan obat ini sambil mengecek tekanan darah setiap hari.
“Rasio dan risiko penggunaan herba dalam hal ini tentu saja lebih aman dan lebih baik dibanding obat. Karena itu cobalah untuk menggunakannya,” ujar Ellen.
ABD
Sumber : Alternative Medicine
Hipertensi, Waspadailah!
Artikel Terkait:
Rosella, Halau Hipertensi Sekuat Captopril
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Menopause Berseri dengan Drospirenone dan Estradiol
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
Sabtu, 26 April 2008 | 08:19 WIB
HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi saat ini merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Tak jarang para penderitanya tidak menyadarinya karena penyakit ini tidak mempunyai gejala khusus dan datang tibat-tiba. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi berisiko besar membuat penderitanya meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, jantung atau gagal ginjal.
Tingginya angka epidemologi hipertensi di dunia, telah mendorong dilakukannya berbagai penelitian yang bertujuan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini. Penelitian tersebut tidak saja ditujukan untuk mengontrol tekanan darah, tapi juga untuk melindungi organ-organ vital dari kerusakan akibat hipertensi.
Termasuk hasil studi ONTARGET (Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial). Studi ini melakukan pengujian klinis bersifat acak, double- blind yang mengevaluasi lebih dari 25.260 pasien yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular. ONTARGET bukanlah studi hipertensi, karena pasien dengan tekanan darah >160/100 mmHg tidak diikut sertakan, namun mengikutsertakan pasien dengan tekanan darah normal dan terkontrol.
Studi yang telah dievaluasi oleh Boehringer Ingelheim yang dilakukan di sembilan negara Asia, China, Taiwan, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, India, Jepang dan Korea pada 2001, telah dilaporkan hasilnya pada 31 Maret 2008. Membuktikan, jika Telmisartan, merupakan obat anti hipertensi golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) modern. Yang bisa memberikan perlindungan setara dengan ramipril yang merupakan golden standar pengobatan hipertensi. Dan Telmisartan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovakular.
dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), selaku Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia mengatakan, jika penyakit kardiovaskular merupakan suatu terminologi untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke, nyeri dada (angina), kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, sensasi gerakan (mini stroke atau transient ischemic attack). Hingga morbiditas atau kejang lengan dan kaki (caludication) , dan penyakit ini menyebabkan kematian atau kecacatan dalam hitungan detik.
"Setiap dua detik, satu orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, " ujar dr. Ann-panggilan akrabnya, saat memberikan penjelasan tentang pentingnya studi ONTARGET, di Hotel Mulia, Jakarta.
Dokter yang juga menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta ini menuturkan, jika kardiovaskular penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Sekitar 17,5 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2005. Diantara 17,5 juta ini tercatat 7,6 juta karena penyakit jantung koroner dan 5,7 juta karena stroke. Dan hipertensi merupakan faktor risiko yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Faktor yang dapat dikendalikan untuk kardiovaskular :
- Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah
- Hipertensi
- Diabetes Militus
- Obesitas
- Gaya hidup ; kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan
Faktor yang tidak dapat dikendalikan :
- Usia
- Jenis kelamin
- Riwayat penyakit kardivaskular pada keluarga
Katharina Siswi w
Sumber : Persda Network
Rosella, Halau Hipertensi Sekuat Captopril
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Menopause Berseri dengan Drospirenone dan Estradiol
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
Sabtu, 26 April 2008 | 08:19 WIB
HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi saat ini merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Tak jarang para penderitanya tidak menyadarinya karena penyakit ini tidak mempunyai gejala khusus dan datang tibat-tiba. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi berisiko besar membuat penderitanya meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, jantung atau gagal ginjal.
Tingginya angka epidemologi hipertensi di dunia, telah mendorong dilakukannya berbagai penelitian yang bertujuan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini. Penelitian tersebut tidak saja ditujukan untuk mengontrol tekanan darah, tapi juga untuk melindungi organ-organ vital dari kerusakan akibat hipertensi.
Termasuk hasil studi ONTARGET (Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial). Studi ini melakukan pengujian klinis bersifat acak, double- blind yang mengevaluasi lebih dari 25.260 pasien yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular. ONTARGET bukanlah studi hipertensi, karena pasien dengan tekanan darah >160/100 mmHg tidak diikut sertakan, namun mengikutsertakan pasien dengan tekanan darah normal dan terkontrol.
Studi yang telah dievaluasi oleh Boehringer Ingelheim yang dilakukan di sembilan negara Asia, China, Taiwan, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, India, Jepang dan Korea pada 2001, telah dilaporkan hasilnya pada 31 Maret 2008. Membuktikan, jika Telmisartan, merupakan obat anti hipertensi golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) modern. Yang bisa memberikan perlindungan setara dengan ramipril yang merupakan golden standar pengobatan hipertensi. Dan Telmisartan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovakular.
dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), selaku Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia mengatakan, jika penyakit kardiovaskular merupakan suatu terminologi untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke, nyeri dada (angina), kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, sensasi gerakan (mini stroke atau transient ischemic attack). Hingga morbiditas atau kejang lengan dan kaki (caludication) , dan penyakit ini menyebabkan kematian atau kecacatan dalam hitungan detik.
"Setiap dua detik, satu orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, " ujar dr. Ann-panggilan akrabnya, saat memberikan penjelasan tentang pentingnya studi ONTARGET, di Hotel Mulia, Jakarta.
Dokter yang juga menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta ini menuturkan, jika kardiovaskular penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Sekitar 17,5 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2005. Diantara 17,5 juta ini tercatat 7,6 juta karena penyakit jantung koroner dan 5,7 juta karena stroke. Dan hipertensi merupakan faktor risiko yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Faktor yang dapat dikendalikan untuk kardiovaskular :
- Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah
- Hipertensi
- Diabetes Militus
- Obesitas
- Gaya hidup ; kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan
Faktor yang tidak dapat dikendalikan :
- Usia
- Jenis kelamin
- Riwayat penyakit kardivaskular pada keluarga
Katharina Siswi w
Sumber : Persda Network
Teh Hijau Bantu Kesehatan Jantung
TPGIMAGES/TOP01180734
Ilustrasi: Minum teh hijau
/
Artikel Terkait:
Penghancur Lemak Alami
Teh Hijau Lindungi Otak dari Kekurangan Oksigen
Dolar Minyak, Teh Hijau dan Karaoke
Lima Tersehat untuk Kulit
Minggu, 6 Juli 2008 | 17:59 WIB
JIKA nanti Anda ditawari pilihan antara Earl Grey atau teh hijau, Anda mungkin akan memilih the hijau.
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa teh hijau, yang lebih populer di budaya Timur, dapat melindungi pembuluh nadi dengan menjaga mereka tetap seimbang dan rileks, dan maka dari itu dapat menahan perubahan naik-turun pada tekanan darah.
Dipimpin oleh Dr. Nikolaos Alexopoulos dari Athens Medical School di Yunani, sejumlah peneliti menemukan, di antara 14 orang, mereka yang minum teh hijau menunjukkan pembesaran pembuluh nadi pada hati mereka 30 menit lebih lama daripada mereka yang minum kopi atau air panas. Ini karena, para ahli berspekulasi, teh hijau bekerja di dalam saluran pembuluh darah, membantu sel-sel mengeluarkan zat-za t yang dibutuhkan untuk menenangkan pembuluh nadi dan membuat aliran darah lebih lancar.
Bagian yang membantu tersebut adalah flavonoids, yang bekerja sebagai antioksidan, dan membantu mencegah pembengkakan pada jaringan tubuh. Zat-zat ini juga mencegah terjadinya pembentukkan gumpalan darah, yang menjadi penyebab utama serangan jantung. "Kami menemukan bahwa setelah minum teh hijau, terdapat efek perlindungan pada endothelium, pada seorang ahli jantung," kata dr Charalambos Vlachopoulos, yang juga penulis penelitian itu.
Ini semua disebabkan oleh enam gram the hijau. Untuk menyakinkan bahwa efek pembesaran tersebut tidak disebabkan oleh kafein yang juga terdapat pada teh, peneliti membandingkan besar pembuluh nadi pada orang yang minum teh hijau dengan mereka yang minum minuman berkafein. Ternyata para ahli tidak menemukan perubahan pembesaran pembuluh darah pada orang yang minum minuman berkafein.
Yang lebih mengejutkan, efek yang menguntungkan ini dapat bertahan lama dan bersifat akumulatif. Ketika para peneliti mengukur besarnya pembuluh nadi orang yang minum teh hijau setiap hari selama dua minggu, mereka menemukan pembuluh nadi lebih besar. "Ini harus diselidiki lebih lanjut, namun kami berpikir bahwa orang yang minum teh hijau selama satu sampai dua bulan, efek menguntungkannya akan semakin besar," kata Vlachopoulos.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa satu penelitian saja tidak cukup. dr Robert Eckel, profesor di Universitas Colorado, Denver, dan mantan presiden Asosiasi Jantung Amerika, mengatakan fungsi endothelial dipengaruhi beberapa faktor, termasuk dosis vitamin E dan C dalam jumlah besar. "Konsumsi the hijau mungkin akan memberikan efek yang menguntungkan pada pembuluh nadi, namun kita harus berhenti berpikir bahwa ini adalah rekomendasi bahwa setiap orang harus minum teh hijau seolah ini sudah terbukti mengurangi serangan jantung dan stroke," katanya.
Namun, ia mengakui penelitian awal ini mengisyaratkan bahwa the hijau mungkin baik untuk diet jantung yang sehat. Sampai saat ini, Asosiasi Jantung Amerika belum memasukkan minuman dalam rekomendasi diet mereka, namun penelitian seperti ini mungkin akan mengubahnya. Setidaknya, jika Anda sekarang minum the hijau, Anda tahu bahwa itu bukanlah suatu ide yang buruk.(Time/C9-08
Pisang, Jauhkan dari Risiko Jantungan
TPGIMAGES
/
Kamis, 3 Juli 2008 | 18:41 WIB
PISANG yang identik dengan makanan hewan primata ternyata memiliki kandungan kalium sangat tinggi. Terdapat sekitar 350 mg kalium dalam satu buah pisang berukuran sedang. Sebagai perbandingan, dua gigitan buah pisang ukuran besar (biasanya pisang ambon) setara dengan suplemen kalium dosis 99 mg. Itu sebabnya, pasien hipokalemia biasanya dianjurkan makan pisang oleh dokter.
Semakin tinggi kadar kalium, risiko terkena serangan jantung dan stroke semakin rendah karena kalium mengimbangi peran sodium di dalam tubuh. Selain itu, pisang baik untuk orang yang sedang stres. Ketika stres, metabolisme tubuh meningkat drastis hingga mengurangi kadar kalium. Dengan makan pisang, kadar kalium akan kembali seimbang.
Keuntungan lainnya, kandungan sodium yang terdapat pada pisang cukup rendah. Ini menjadikan pisang aman dikonsumsi orang dengan tekanan darah tinggi yang harus melakukan diet rendah garam, tetapi membutuhkan kalium.
Akhir-akhir ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) mengizinkan para petani pisang untuk mengiklankan bahwa pisang memiliki kemampuan mengobati tekanan darah tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan kalium dalam tubuh, dianjurkan mengonsumsi satu buah pisang per hari.
Michael
Waspadai Nyeri Dada Waspadai Serangan Jantung
TPGIMAGES
/
Artikel Terkait:
Etnik Minahasa Rentan Sakit Jantung?
Serangan Jantung untuk Pria Tak Setia
Meninggal Saat Ngeseks?
Teh Hijau Bantu Kesehatan Jantung
Pisang, Jauhkan dari Risiko Jantungan
Sabtu, 19 Juli 2008 | 16:15 WIB
RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.
"Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK) Linda Lison, Sabtu (19/7), dalam seminar awam bertema Sehatkan Jantung Anda, di auditorium RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.
Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adal ah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atua hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat, ujar Linda.
Faktor risiko
Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin." Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari, "kata Linda.
Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.
Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah, kata Linda.
Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.
Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner, ujarnya menjelaskan. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat , periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular mem iliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.
/
Artikel Terkait:
Etnik Minahasa Rentan Sakit Jantung?
Serangan Jantung untuk Pria Tak Setia
Meninggal Saat Ngeseks?
Teh Hijau Bantu Kesehatan Jantung
Pisang, Jauhkan dari Risiko Jantungan
Sabtu, 19 Juli 2008 | 16:15 WIB
RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.
"Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK) Linda Lison, Sabtu (19/7), dalam seminar awam bertema Sehatkan Jantung Anda, di auditorium RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.
Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adal ah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atua hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat, ujar Linda.
Faktor risiko
Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin." Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari, "kata Linda.
Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.
Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah, kata Linda.
Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.
Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner, ujarnya menjelaskan. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat , periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular mem iliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.
Magnesium, Si Penguat Jantung
TPG Images
/
Artikel Terkait:
Waspadai Nyeri Dada Waspadai Serangan Jantung
Makanan Terbaik Penurun Kolesterol
Bawang Putih Sehatkan Jantung
Aspirin Dosis Rendah Lindungi Jantung Anda
Hipertensi, Waspadailah!
Senin, 4 Agustus 2008 | 16:10 WIB
KABAR baik bagi Anda penggemar kacang. Ya.. mengonsumsi kacang ternyata akan memberi manfaat lebih karena di dalam makanan renyah ini terdapat kandungan magnesium tinggi.
Bicara soal magnesium, jenis mineral ini adalah salah satu yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Mengapa tubuh memerlukan magnesium? Karena mineral ini bersifat multifungsi dan sangat diperlukan setiap sel untuk menghasilkan energi.
Magnesium diperlukan tubuh untuk memproduksi 300 jenis enzim, pengiriman pesan melalui sistem syaraf, membuat otot-otot tetap lentur dan rileks serta memelihara kekuatan tulang dan gigi. Fungsi penting lainnya adalah menjaga konsistensi detak/ritme jantung serta membuat tekanan darah tetap normal.
Dalam banyak penelitian, peran magnesium juga dibutuhkan dalam mengatasi sejumlah penyakit seperti asma dan diabetes. Mineral ini juga terbukti sangat penting artinya dalam mengatasi gangguan atau kelainan ritme jantung. Magnesium juga dibutuhkan perannya dalam penyerapan serta penggunaan beragam vitamin dan mineral lainnya. Vitamin C dan kalsium misalnya, akan bekerja sempurna di dalam tubuh apabila kebutuhan magnesium tercukupi.
Kebutuhan Pria wanita berbeda
Dalam tubuh manusia, jumlah total magnesium mencapai sekitar 25 gram. Sebagian besar magnesium terkonsentrasi di dalam tulang dan gigi, namun juga hadir dalam otot dan darah. Jumlahnya yang cukup dalam tubuh sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Untuk menjaga supaya kadarnya dalam tubuh tetap ideal. Asupan magnesium dapat diupayakan baik melalui makanan sehari-hari maupun suplemen tambahan bagi yang membutuhkan. Jumlah asupan magnesium setiap hari yang direkomendasikan (DRI) berbeda untuk jenis kelamin dan periode usia. Pria dewasa berusia 13-30 tahun misalnya, membutuhkan asupan magnesium sekitar 400 miligram per hari, sedangkan wanita 19-30 tahun 310 mg per hari.
Penelitian mengenai kebutuhan magnesium pun terus berkembang. Banyak ahli percaya bahwa DRI tersebut masih terlalu rendah untuk upaya pencegahan penyakit. Tak heran bila ada sebagian ahli nutrisi dan dokter yang menganjurkan asupan 500 mg magnesium per hari untuk orang dewasa. Jumlah ini diyakini dapat membantu menjaga tensi tetap normal dan terhindar dari gangguan jantung.
Untuk memperoleh asupan yang cukup, Anda dapat mengonsumsi jenis makanan yang kadar magnesiumnya tinggi seperti kacang-kacangan, buncis, sayuran berwarna hijau gelap, gandum murni dan seafood. Kebutuhan magnesium juga dapat dipenuhi dari konsumsi susu karena dalam setiap gelasnya terdapat sekitar 34 miligram. Makanan dari kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai juga kaya akan magnesium.
Meski jenis makanan yang mengandung magnesium beragam, tidaklah mudah untuk dapat memenuhi kebutuhan minimal yang disyaratkan setiap hari. Namun begitu, mengonsumsi makanan tersebut adalah cara terbaik memenuhi kebutuhan tubuh akan magnesium serta jenis vitamin atau mineral lainnya.
Kalaupun Anda ingin mendapatkan tambahan melalui suplemen, perlu diingat bahwa Anda tidak butuh magnesium dalam jumlah banyak. Suplemen mungkin hanya boleh memberi Anda antara 10 hingga 50 mg, karena bila terlalu banyak - melebihi 600 mg- Anda berisiko terkena diare.
Perlu pula diperhatikan pula bahwa suplemen magnesium biasanya dikombinasikan dengan sejumlah zat berbahaya. Pilihan yang tersedia juga beragam mulai dari magnesium oksida, magnesium ototat, magnesium glukonat, magnesium aspartat, magnesium glisinat, atau magnesium sitrat. Pilihlah jenis aspartat, glisinat dan sitrat karena akan mudah diserap tubuh. Sedangkan jenis oksida harus dihindari karena akan sulit ditoleransi tubuh.
Kuatkan jantung
Seperti yang diungkap di awal, magnesium berperan vital bagi kesehatan jantung. Dari sejumlah riset terungkap, kadar yang rendah berkaitan dengan sejumlah kelainan jantung.
Kekurangan magnesium dapat memicu kekakuan atau kejang pada salah satu pembuluh korener arteri, sehingga mengganggu peredaran darah dan menyebabkan serangan jantung. Sejumlah dokter ahli berpendapat defisiensi magnesium berada di belakang kasus serangan jantung khususnya pada pasien yang tak punya sejarah sakit jantung. Fakta juga menunjukkan, terapi intravena (infus) magnesium sering digunakan untuk pasien gawat jantung.
Magnesium juga penting dalam melindungi tubuh dari serangan jantung yang disebabkan pembekuan atau penggumpalan darah. Mineral ini membantu mencegah terbentuknya pembekuan dengan cara membuat platelet atau keping darah menjadi kurang "lengket" sehinga cenderung sulit untuk berbaur membentuk penggumpalan.
Minimnya kadar magnesium juga menjadi penyebab kasus cardiac arrhythmias atau tidak beraturannya ritme jantung. Kelainan ini membuat jantung terkadang kehilangan atau bertambah satu detak dalam sekali ketukan atau bahkan ritme malah menjadi terlalu cepat. Jika gangguan ini makin serius dan detak jantung tak segera kembali ke normal, Anda berisiko mengalami kematian tiba-tiba.
Nah supaya Anda jantung Anda kuat dan terhindar dari kelainan ritme jantung, biasakanlah memenuhi asupan magnesium dengan cara mengonsumsi jenis makanan sehat dan seimbang setiap hari. Magnesium cukup, maka jantung pun terus berdegup!
Sumber : The Complete Idiot's Guide to Vitamin and Minerals
AC
Brokoli, Makanan Penting Bagi Diabetesi
BARRY YEE/GETTY IMAGES
/
Artikel Terkait:
Fakta Sehat Blueberry dan Brokoli
Tangkal Kanker Prostat dengan Brokoli
Brokoli, The Crown Jewel of Nutrition
Brokoli, Si Penghalau Kanker
Kamis, 7 Agustus 2008 | 17:10 WIB
PREDIKAT brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.
Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.
Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mempu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.
Orang yang mengidap diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.
Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.
Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.
"Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi," ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.
AC
Sumber : BBC
Retinopati Diabetik, Penyebab Utama Kebutaan Diabetesi
TPGIMAGES/TOP00597044
Ilustrasi
/
Artikel Terkait:
Brokoli, Makanan Penting Bagi Diabetesi
Cemas Bikin Anda Rentan Diabetes
Diabetes Pada Anak tak Ganggu Pertumbuhan
Ketoasidosis Diabetik Ancam Kehidupan Pasien
Vitamin D Cegah Diabetes
Jumat, 15 Agustus 2008 | 05:34 WIB
DIABETES melitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) akibat kurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh.
Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus selama bertahun-tahun dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada mata, jantung, dan ginjal. Komplikasi diabetes pada mata dapat menimbulkan kebutaan, yang sebenarnya dapat dihindari (avoidable blindness) dengan manajemen diabetes yang baik, meliputi diet ketat, olahraga, obat-obatan, mengontrol penyakit penyerta seperti hipertensi dan kadar kolesterol tinggi, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes di seluruh dunia, disusul katarak.
Pada retinopati diabetik secara perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan (eksudat) yang mengandung lemak serta pendarahan pada retina. Kondisi tersebut lambat laun dapat menyebabkan penglihatan buram, bahkan kebutaan. Bila kerusakan retina sangat berat, seorang penderita diabetes dapat menjadi buta permanen sekalipun dilakukan usaha pengobatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2004 melaporkan, 4,8 persen penduduk di seluruh dunia menjadi buta akibat retinopati diabetik. Dalam urutan penyebab kebutaan secara global, retinopati diabetik menempati urutan ke-4 setelah katarak, glaukoma, dan degenerasi makula (AMD= age-related macular degeneration).
Diestimasi bahwa jumlah penderita diabetes di seluruh dunia akan meningkat dari 117 juta pada tahun 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Di Asia diramalkan diabetes akan menjadi ”epidemi”, disebabkan pola makan masyarakat Asia yang tinggi karbohidrat dan lemak disertai kurangnya berolahraga. Akibatnya, kebutaan akibat retinopati diabetik juga diperkirakan meningkat secara dramatis.
Belum ada data resmi
Data resmi jumlah penderita retinopati diabetik di Indonesia belum ada. Dalam Survei Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan RI tahun 1995, kelainan ini belum didefinisikan dan masih dimasukkan ke dalam ”kebutaan lain-lain” sebanyak 28 persen.
Data Poliklinik Mata RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang tidak dipublikasikan menunjukkan bahwa retinopati diabetik merupakan kasus terbanyak yang dilayani di Klinik Vitreo-Retina. Dari seluruh kunjungan pasien Poliklinik Mata RSCM, jumlah kunjungan pasien dengan retinopati diabetik meningkat dari 2,4 persen tahun 2005 menjadi 3,9 persen tahun 2006.
Angka kejadian retinopati diabetik dipengaruhi tipe diabetes melitus (DM) dan durasi penyakit. Pada DM tipe I (insuln dependent atau juvenile DM ), yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pada pankreas, umumnya pasien berusia muda (kurang dari 30 tahun), retinopati diabetik ditemukan pada 13 persen kasus yang sudah menderita DM selama kurang dari 5 tahun, yang meningkat hingga 90 persen setelah DM diderita lebih dari 10 tahun.
Pada DM tipe 2 (non-insulin dependent DM), yang disebabkan oleh resistennya berbagai organ tubuh terhadap insulin (biasanya menimpa usia 30 tahun atau lebih), retinopati diabetik ditemukan pada 24-40 persen pasien penderita DM kurang dari 5 tahun, yang meningkat hingga 53-84 persen setelah menderita DM selama 15-20 tahun.
Secara klinis retinopati diabetik dibedakan atas non-proliferative diabetic retinopathy (NPDR) dan proliverative diabetic retinnopathy (PDR). NPDR atau tahap awal yang lebih ringan ditandai dengan kebocoran pembuluh darah, perdarahan retina, dilanjutkan dengan penutupan (oklusi) kapiler darah retina. Retina menjadi kurang suplai oksigen dan nutrisi dari darah.
Terjadilah tahap lanjut, yaitu PDR, karena retina yang sudah iskemik atau pucat tersebut bereaksi dengan membentuk pembuluh darah baru yang abnormal (neovaskular). Neovaskular atau pembuluh darah ”liar” ini merupakan ciri PDR dan bersifat rapuh serta mudah pecah sehingga sewaktu-waktu dapat berdarah ke dalam badan kaca yang mengisi rongga mata (perdarahan badan kaca atau pendarahan vitreus), menyebabkan pasien mengeluh melihat floaters (bayangan benda-benda hitam melayang mengikuti pergerakan mata) atau mengeluh mendadak penglihatannya terhalang.
Sering kali pasien retinopati diabetik tidak mengalami tanda dan gejala sekalipun sudah dalam tahap PDR yang berat sampai terjadi perdarahan badan kaca. Penyebab gangguan penglihatan lainnya pada retinopati diabetik adalah bengkak atau menumpuknya cairan di daerah pusat retina, yaitu makula, suatu kondisi yang disebut edema makula
Akibat edema makula, pasien mulai mengalami kesulitan membaca/menulis, menonton TV, atau mengenali muka orang. Jaringan neovaskular yang terus bertumbuh (proliferatif) pada PDR juga dapat berpotensi menarik retina hingga terlepas dan/atau robek (ablasi retina). Ablasi retina pada retinopati diabetik berakibat kebutaan dan umumnya sulit ditangani.
Mencegah sedini mungkin
Prinsip utama dalam menangani retinopati diabetik adalah pencegahan dengan deteksi dini sebelum terjadi gangguan penglihatan yang berat. Walaupun belum mengeluh dan tanpa melihat berapa lama ia menderita diabetes, seorang pasien harus dirujuk ke dokter mata untuk menjalani pemeriksaan mata awal (skrining). Apabila retinopati diabetik sudah teridentifikasi, dilakukan manajemen sedini mungkin bagi penderita dengan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.
Dalam pemeriksaan, mata akan ditetes supaya pupil menjadi lebar dan dokter mata dapat mengamati retina secara saksama. Sebaiknya dilakukan untuk dokumentasi dengan foto fimdus , atau pencitraan lain yang diperlukan.
Terapi utama pada retinopati diabetik adalah tindakan fotokoagulasi laser pada retina. Tindakan laser bertujuan menutup kebocoran pembuluh darah retina, mengurangi edema makula, dan mencegah timbulnya rangsang untuk pembentukan neovaskular. Secara umum, tindakan laser pada retina yang dibarengi dengan manajemen diabetes yang baik dapat mengurangi risiko buta hingga 90 persen.
Bedahan vitrektomi, yaitu tindakan bedah mikro yang bertujuan membersihkan perdarahan badan kaca, membebaskan retina dari segala tarikan akibat pertumbuhan neovaskular dan mengaplikasikan sinar laser secara langsung di dalam bola mata. Pada kasus-kasus PDR, vitrektomi dapat mencegah kehilangan penglihatan yang lanjut. Terapi lain yang baru berkembang dalam dekade terakhir adalah pemberian obat, seperti golongan kortikosteroid dan Anti-VEGF (VEGF=vascular endothellial grwowh factor), yang bertujuan mengurangi edema makula dan menghentikan pertumbuhan neovaskular.
Penting untuk diketahui, sering kali segala tindakan tersebut tidak dapat mengembalikan penglihatan yang sudah hilang. Kadang kala, segala tindakan tersebut hanya dapat mencegah perburukan lebih lanjut.
Komplikasi diabetes, termasuk kebutaan, dapatlah dicegah dengan kontrol yang baik dan deteksi dini untuk identifikasi penyakit dan terapi seawal mungkin. Untuk skrining diabetes dan retinopati diabetik perlu dikembangkan strategi yang tepat, sebagai contoh di India, dijalankan skrining dengan telemedicine.
Di Indonesia sudah banyak didirikan pusat kesehatan yang mampu memberi layanan komprehensif bagi penderita diabetes, tetapi masih terkonsentrasi di kota-kota besar sehingga cakupannya masih sangat kurang. Untuk menangani pasien-pasien diabetes diperlukan kerja sama berbagai pihak, meliputi WHO, pemerintah, departemen kesehatan, organisasi profesi dokter, dokter mata dan dokter penyakit dalam serta ahli endokrin, serta LSM nasional maupun internasional.
Andi Arus Victor ,Dokter Spesialis Mata, Kepala Divisi Vitreo-retina, Departemen Mata FKUI/RSCM, Anggota Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia
Sumber : Kompas Cetak
- Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang A A A
TPGIMAGES/TOP00597044
Ilustrasi
/
Artikel Terkait:
Brokoli, Makanan Penting Bagi Diabetesi
Cemas Bikin Anda Rentan Diabetes
Diabetes Pada Anak tak Ganggu Pertumbuhan
Ketoasidosis Diabetik Ancam Kehidupan Pasien
Vitamin D Cegah Diabetes
Jumat, 15 Agustus 2008 | 05:34 WIB
DIABETES melitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) akibat kurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh.
Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus selama bertahun-tahun dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada mata, jantung, dan ginjal. Komplikasi diabetes pada mata dapat menimbulkan kebutaan, yang sebenarnya dapat dihindari (avoidable blindness) dengan manajemen diabetes yang baik, meliputi diet ketat, olahraga, obat-obatan, mengontrol penyakit penyerta seperti hipertensi dan kadar kolesterol tinggi, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes di seluruh dunia, disusul katarak.
Pada retinopati diabetik secara perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan (eksudat) yang mengandung lemak serta pendarahan pada retina. Kondisi tersebut lambat laun dapat menyebabkan penglihatan buram, bahkan kebutaan. Bila kerusakan retina sangat berat, seorang penderita diabetes dapat menjadi buta permanen sekalipun dilakukan usaha pengobatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2004 melaporkan, 4,8 persen penduduk di seluruh dunia menjadi buta akibat retinopati diabetik. Dalam urutan penyebab kebutaan secara global, retinopati diabetik menempati urutan ke-4 setelah katarak, glaukoma, dan degenerasi makula (AMD= age-related macular degeneration).
Diestimasi bahwa jumlah penderita diabetes di seluruh dunia akan meningkat dari 117 juta pada tahun 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Di Asia diramalkan diabetes akan menjadi ”epidemi”, disebabkan pola makan masyarakat Asia yang tinggi karbohidrat dan lemak disertai kurangnya berolahraga. Akibatnya, kebutaan akibat retinopati diabetik juga diperkirakan meningkat secara dramatis.
Belum ada data resmi
Data resmi jumlah penderita retinopati diabetik di Indonesia belum ada. Dalam Survei Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan RI tahun 1995, kelainan ini belum didefinisikan dan masih dimasukkan ke dalam ”kebutaan lain-lain” sebanyak 28 persen.
Data Poliklinik Mata RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang tidak dipublikasikan menunjukkan bahwa retinopati diabetik merupakan kasus terbanyak yang dilayani di Klinik Vitreo-Retina. Dari seluruh kunjungan pasien Poliklinik Mata RSCM, jumlah kunjungan pasien dengan retinopati diabetik meningkat dari 2,4 persen tahun 2005 menjadi 3,9 persen tahun 2006.
Angka kejadian retinopati diabetik dipengaruhi tipe diabetes melitus (DM) dan durasi penyakit. Pada DM tipe I (insuln dependent atau juvenile DM ), yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pada pankreas, umumnya pasien berusia muda (kurang dari 30 tahun), retinopati diabetik ditemukan pada 13 persen kasus yang sudah menderita DM selama kurang dari 5 tahun, yang meningkat hingga 90 persen setelah DM diderita lebih dari 10 tahun.
Pada DM tipe 2 (non-insulin dependent DM), yang disebabkan oleh resistennya berbagai organ tubuh terhadap insulin (biasanya menimpa usia 30 tahun atau lebih), retinopati diabetik ditemukan pada 24-40 persen pasien penderita DM kurang dari 5 tahun, yang meningkat hingga 53-84 persen setelah menderita DM selama 15-20 tahun.
Secara klinis retinopati diabetik dibedakan atas non-proliferative diabetic retinopathy (NPDR) dan proliverative diabetic retinnopathy (PDR). NPDR atau tahap awal yang lebih ringan ditandai dengan kebocoran pembuluh darah, perdarahan retina, dilanjutkan dengan penutupan (oklusi) kapiler darah retina. Retina menjadi kurang suplai oksigen dan nutrisi dari darah.
Terjadilah tahap lanjut, yaitu PDR, karena retina yang sudah iskemik atau pucat tersebut bereaksi dengan membentuk pembuluh darah baru yang abnormal (neovaskular). Neovaskular atau pembuluh darah ”liar” ini merupakan ciri PDR dan bersifat rapuh serta mudah pecah sehingga sewaktu-waktu dapat berdarah ke dalam badan kaca yang mengisi rongga mata (perdarahan badan kaca atau pendarahan vitreus), menyebabkan pasien mengeluh melihat floaters (bayangan benda-benda hitam melayang mengikuti pergerakan mata) atau mengeluh mendadak penglihatannya terhalang.
Sering kali pasien retinopati diabetik tidak mengalami tanda dan gejala sekalipun sudah dalam tahap PDR yang berat sampai terjadi perdarahan badan kaca. Penyebab gangguan penglihatan lainnya pada retinopati diabetik adalah bengkak atau menumpuknya cairan di daerah pusat retina, yaitu makula, suatu kondisi yang disebut edema makula
Akibat edema makula, pasien mulai mengalami kesulitan membaca/menulis, menonton TV, atau mengenali muka orang. Jaringan neovaskular yang terus bertumbuh (proliferatif) pada PDR juga dapat berpotensi menarik retina hingga terlepas dan/atau robek (ablasi retina). Ablasi retina pada retinopati diabetik berakibat kebutaan dan umumnya sulit ditangani.
Mencegah sedini mungkin
Prinsip utama dalam menangani retinopati diabetik adalah pencegahan dengan deteksi dini sebelum terjadi gangguan penglihatan yang berat. Walaupun belum mengeluh dan tanpa melihat berapa lama ia menderita diabetes, seorang pasien harus dirujuk ke dokter mata untuk menjalani pemeriksaan mata awal (skrining). Apabila retinopati diabetik sudah teridentifikasi, dilakukan manajemen sedini mungkin bagi penderita dengan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.
Dalam pemeriksaan, mata akan ditetes supaya pupil menjadi lebar dan dokter mata dapat mengamati retina secara saksama. Sebaiknya dilakukan untuk dokumentasi dengan foto fimdus , atau pencitraan lain yang diperlukan.
Terapi utama pada retinopati diabetik adalah tindakan fotokoagulasi laser pada retina. Tindakan laser bertujuan menutup kebocoran pembuluh darah retina, mengurangi edema makula, dan mencegah timbulnya rangsang untuk pembentukan neovaskular. Secara umum, tindakan laser pada retina yang dibarengi dengan manajemen diabetes yang baik dapat mengurangi risiko buta hingga 90 persen.
Bedahan vitrektomi, yaitu tindakan bedah mikro yang bertujuan membersihkan perdarahan badan kaca, membebaskan retina dari segala tarikan akibat pertumbuhan neovaskular dan mengaplikasikan sinar laser secara langsung di dalam bola mata. Pada kasus-kasus PDR, vitrektomi dapat mencegah kehilangan penglihatan yang lanjut. Terapi lain yang baru berkembang dalam dekade terakhir adalah pemberian obat, seperti golongan kortikosteroid dan Anti-VEGF (VEGF=vascular endothellial grwowh factor), yang bertujuan mengurangi edema makula dan menghentikan pertumbuhan neovaskular.
Penting untuk diketahui, sering kali segala tindakan tersebut tidak dapat mengembalikan penglihatan yang sudah hilang. Kadang kala, segala tindakan tersebut hanya dapat mencegah perburukan lebih lanjut.
Komplikasi diabetes, termasuk kebutaan, dapatlah dicegah dengan kontrol yang baik dan deteksi dini untuk identifikasi penyakit dan terapi seawal mungkin. Untuk skrining diabetes dan retinopati diabetik perlu dikembangkan strategi yang tepat, sebagai contoh di India, dijalankan skrining dengan telemedicine.
Di Indonesia sudah banyak didirikan pusat kesehatan yang mampu memberi layanan komprehensif bagi penderita diabetes, tetapi masih terkonsentrasi di kota-kota besar sehingga cakupannya masih sangat kurang. Untuk menangani pasien-pasien diabetes diperlukan kerja sama berbagai pihak, meliputi WHO, pemerintah, departemen kesehatan, organisasi profesi dokter, dokter mata dan dokter penyakit dalam serta ahli endokrin, serta LSM nasional maupun internasional.
Andi Arus Victor ,Dokter Spesialis Mata, Kepala Divisi Vitreo-retina, Departemen Mata FKUI/RSCM, Anggota Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia
Sumber : Kompas Cetak
Dari Mata Terbaca Gangguan Jantung
Getty Images/xplusrey
Video
Vitamin B Tidak Bisa Cegah Serangan Jantung/KompasTV
Artikel Terkait:
Retinopati Diabetik, Penyebab Utama Kebutaan Diabetesi
Magnesium, Si Penguat Jantung
Gangguan Tidur Bisa Mematikan
Nonton TV Turunkan Fungsi Retina Mata
Waspadai Nyeri Dada Waspadai Serangan Jantung
Rabu, 10 September 2008 | 09:13 WIB
SEJENIS penyakit biasa yang mengganggu bagian belakang mata, dikenal sebagai retinopathy, merupakan faktor risiko bagi terjadinya gagal jantung. Bahkan, meski sebelumnya tidak ada tanda-tanda penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes.
Retinopathy dikenal sebagai penanda penyakit pembuluh darah yang memegang peran penting berkembangnya gagal jantung. Meski begitu, tetap belum jelas apakah retinopathy merupakan suatu pertanda dari terjadinya gagal jantung.
Untuk menelitinya, Dr Tien Y Wong dan rekannya dari University of Melbourne di Australia menganalisis data dari 11.612 subyek yang berpartisipasi dalam pengkajian Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC), suatu pengkajian berbasis populasi dan berlangsung selama tujuh tahun. Foto-foto retina yang diambil antara tahun 1993 dan 1995 dievaluasi untuk mengetahui kasus retinopathy.
Terjadinya kejadian gagal jantung diketahui melalui rumah sakit dan catatan kematian. Hasil penelitian yang kemudian muncul di Journal of the American Medical Association itu mengatakan, tingkat rata-rata gagal jantung selama periode tujuh tahun adalah 5,4 persen.
Meski begitu, tingkat gagal jantung di antara mereka yang terkena retinopathy jauh lebih tinggi dibandingkan yang tanpa retinopathy, yaitu 15,1 persen berbanding 4,8 persen. Setelah menyesuaikan dengan berbagai faktor yang mungkin terkait dan memengaruhi, retinopathy tetap merupakan prediktor kuat terjadinya gagal jantung, hampir dua kali lipat dibanding risiko lain.
Menurut peneliti, hasil ini menyiratkan pentingnya melakukan periksa jantung bagi orang dengan retinopathy, bahkan meski mereka tidak memiliki simtom gangguan jantung.
JJW
4.3 juta Orang Indonesia Menderita Gagal Jantung
TPG IMAGES
/Jumat, 28 November 2008 | 21:44 WIB
JAKARTA, JUMAT- Sekitar 4,3 penduduk Indonesia mengalami gagal jantung, dengan 500.000 kasus baru gagal jantung di Indonesia, didiagnosis setiap tahunnya.
Demikian diungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Utojo Lubiantoro Sp JP, dalam seminar "Bahaya Gagal Jantung Bersama para Penderita Kanker" di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (28/11).
"Risiko terjadinya gagal jantung akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Karena 10 persen orang yang berusia di atas 75 tahun, mempunyai kecenderungan menderita gagal jantung," ujar Utojo.
Harapan hidup penderita gagal jantung, kata Utojo, lebih buruk dibandingkan penderita kanker apa pun, kecuali kanker paru-paru dan ovarium. "Karena 50 sampai 75 persen penderita gagal jantung meninggal dalam kurun lima tahun sejak diagnosis," lanjut Utojo.
Menurut Utojo, kematian penderita gagal jantung, disebabkan fungsi jantung untuk memompa peredaran darah ke seluruh tubuh terganggu. "Khusus bagian otak, akan rusak dalam 4-6 menit bila tidak mendapat pasokan darah. Dan itu dapat menyebabkan stroke maupun kematian," jelasnya.
C11-08
Pola Hidup Sehat untuk Cegah Gagal Jantung
TPG IMAGES
/
Artikel Terkait:
4.3 juta Orang Indonesia Menderita Gagal Jantung
Dari Mata Terbaca Gangguan Jantung
Pasien Gagal Jantung Terlalu Optimistis?
Nenek Bangun Lagi Setelah Meninggal 17 Jam
Viagra Bantu Hindari Gagal Jantung
Jumat, 28 November 2008 | 21:54 WIB
JAKARTA, JUMAT - Gagal jantung lebih banyak terjadi pada orang berusia di atas 75 tahun, tetapi belum menginjak usia tersebut juga berisiko mengalaminya. Akan tetapi tidak perlu khawatir, karena resiko gagal jantung dapat dicegah.
Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Utojo Lubiantoro, Sp JP, obat untuk penyembuhan pengidap gagal jantung sampai saat ini belum ada, karena terapi atau pengobatan yang ada saat ini hanya bersifat menghambat, dan bukan menyembuhkan secara total.
Namun, gagal jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. "Makanya lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebab jika sudah didiagnosis gagal jantung, maka belum ada terapi penyembuhan dan pengobatannya," ujar Utojo dalam seminar "Bahaya Gagal Jantung Bersama Para Penderita Kanker" di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (28/11).
Pola hidup sehat yang dimaksud Utojo di antaranya tidak mengonsumsi minuman beralkohol serta menghindari rokok. "Dua hal tersebut dapat merusak jantung, karena menyerang dan mempengaruhi kinerja jantung," terangnya.
Bila seseorang mengidap gagal jantung, kata Utojo, ukuran jantungnya akan lebih melar atau besar daripada ukuran jantung normal. "Karena jantung menahan lebih banyak darah yang seharusnya dipompa dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Akibatnya, kerja jantung menjadi lemah," jelas Utojo.
Gejala penderita gagal jantung bervariasi, mulai dari sembab paru, sesak nafas, kesulitan bernafas, batuk (mengi), kaki bengkak, perut membesar (edema), cepat capek, lemah, pusing, dan gangguan irama jantung.
Untuk mengetahui seseorang mengalami gagal jantung, dapat diketahui berdasarkan gejala dan riwayat medis. Juga dapat dilakukan dengan tes seperti, tes darah, foto rontgen, EKG, ekokardiogram, treatmill, kateterisasi jantung di rumah sakit.
Bila seseorang sudah menderita gagal jantung, Utojo menyarankan untuk menggunakan obat-obatan, penggunaan PCI (balonisasi + stent), operasi jantung, serta alat pacu jantung Pacemaker.
"Namun 50 sampai 75 persen penderita gagal jantung meninggal dalam kurun lima tahun sejak diagnosis," tuturnya.
C11-08
Awas Pembunuh Berbahaya Nomor Satu!
Getty Images/3D4Medical
/
Artikel Terkait:
Sayangi Jantung Anda!
Pola Hidup Sehat untuk Cegah Gagal Jantung
4.3 juta Orang Indonesia Menderita Gagal Jantung
Teror Mencekam Kota Kelahiran Bollywood!
Tujuh Sandera Dibebaskan dari Pemukiman Yahudi
Sabtu, 29 November 2008 | 22:53 WIB
JAKARTA, SABTU - Penyakit jantung dan pembuluh darah yang biasa disebut penyakit kardiovaskular (CVD) menjadi ancaman utama kehidupan manusia dan menempati urutan pertama sebagai penyebab terbanyak kematian di belahan dunia.
"Tahun 2002, CVD menyumbang 17 juta kasus kematian dunia. Sebagaian besar menimpa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Diperkirakan pada tahun 2020 angka kematian akan membengkak menjadi 20 juta orang," kata Kardiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Harmani Kalim di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh stroke dan penyakit jantung koroner (CHD). Pada penyakit CHD dalam arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung mengalami penyempitan dan beberapa kasus aliran darah terblokir.
"Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Apabila oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, maka jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh, akibatnya orang tersebut akan meninggal," katanya.
Menurut Harmani, ada faktor resiko penyebab penyakit jantung koroner yang tidak dapat diubah seperti faktor usia, jenis kelamin, ras dan riwayat keluarga.
Namun ada juga faktor resiko yang dapat diubah seperti tingginya kolesterol, perilaku merokok, dan tekanan darah tinggi. Ketiganya ditengarai ikut menyumbang kematian akibat CVD dan tidak boleh diremehkan, katanya.
Penelitian Poluter, merokok dapat meningkatkan resiko CVD 1,6 kali, hipertensi dengan tekanan darah sistolik menyumbang tiga kali resiko dan kolesterol sebesar empat kali. Apabila ketiga faktor resiko tersebut terdapat pada satu orang, maka peluang resikonya membengkak menjadi 16 kali.
Dr Harmani lebih lanjut mengatakan, kolesterol memberikan sumbangan yang sangat signifikan pada terjadinya aterosklerosis. Terdapat dua jenis kolesterol yang harus diketahui yaitu LDL (low density lipoprotein) dan High density lipoprotein), LDL disebut juga kolesterol jahat karena mudah melekat pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penumpukan lemak sehingga memicu aterosklerosis (pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah).
HDL, ujar Harmani disebut kolesterol baik karena mempunyai sifat antianterogenik (mencegah aterosklerosis), yaitu mengangkut kolesterol dari pembuluh darah atau jaringan lain menuju hati untuk dikeluarkan sebagai asam empedu.
Bila keseimbangan terganggu, kadar LDL cenderung meningkat dan kadar HDL cenderung makin rendah sehingga aterosklrerosis lebih mudah terjadi.
Kadar kolesterol dalam darah dikatakan tinggi bila kadar kolesterol total lebih besar 240mg/dl. Kadar triliserida darah tinggi bila lebih besar dari 200 mg/dl. Kadar kolesterol LDL tinggi bila lebih besar dai 160 mg/dl. Kadar kolesterol HDL rendah bila kurang dari 40 mg/dl.
Menurut Harmani, tingginya faktor resiko akibat dari tingginya kadar kolesterol LDL tersebut telah mendorong sejumlah peneliti untuk mencari berbagai cara mengurangi faktor-faktor resiko itu untuk menurunkan angka kematian akibat serangan jantung koroner, salah satunya menggunakan obat-obatan yang tersedia.
Studi Jupiter yang mengumumkan hasil studi terbaru melibatkan 17.802 pasien di Amerika Serikat terhadap penggunaan rosuvastatin 20 mg menunjukkan obat tersebut mampu menurunkan resiko serangan jantung, stroke dan kejadian kardiovaskular lainnya pada pasien dengan kadar kolesterol dalam darah/LDL-C rendah hingga normal, tetapi memiliki resiko kardiovaskular tinggi.
Hasil studi Jupiter yang disampaikan pada sesi ilmiah American Heart Association Scientific dan diumumkan secara online oleh New England Journal of Medicine di New Orleans, AS memberikan informasi baru tentang efek rosuvastatin terhadap resiko kardio vaskular.
Studi tersebut mengkonfirmasi bahwa rosuvastatin secara dramatis mampu menurunkan kadar kolesterol LDL-C dan telah terbukti hingga 50 persen menurunkan resiko serangan jantung dan stroke pada pasien yang memiliki hsCRP tinggi tetapi kadar kolesterol-nya rendah hingga normal.
Sementara itu, Dr Hermin Sitompul dari Astrazeneca Indonesia, berharap data studi JUPITER bisa mendapatkan izin pemerintah pada pertengahan tahun 2009 dan jika disetujui, maka perusahaan itu akan memulai aktivitas promosi dengan label yang sudah disetujui.
Rosuvastatin telah memiliki ijin edar di lebih dari 95 negara. Di seluruh dunia, hampir 15 juta pasien telah menggunakan rosuvastatin. Data yang diperoleh, baik dari uji coba klinis maupun dari para pengguna di seluruh dunia menyebutkan bahwa profil keamanan rosuvastatin setara dengan statin lain yang beredar di pasaran.
ABD
Sumber : Antara
Sayangi Jantung Anda!
KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY
Sejumlah peserta "Know Your Risk, No Heart Disease" Media Workshop Asia-Pasifik 2008, yang diadakan Bayer Healthcare di Shanghai, tengah mengikuti latihan yoga.
/
Artikel Terkait:
Pola Hidup Sehat untuk Cegah Gagal Jantung
4.3 juta Orang Indonesia Menderita Gagal Jantung
Kaki Panjang dan Risiko Sakit Jantung
Musik Favorit Bikin Jantung Sehat
Sel Punca untuk Obati Sakit Jantung
Sabtu, 29 November 2008 | 08:15 WIB
SEKITAR 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini menyumbangkan 30 persen penyebab kematian di seluruh dunia dewasa ini. Membaca angka-angka penyakit jantung semacam itu bisa bikin jantungan!
Sejumlah ahli penyakit jantung dan pembuluh darah, dalam acara yang diadakan Bayer Healthcare di Shanghai, akhir September silam, memaparkan sejumlah angka statistik berikut perkembangan penyakit ini. Tema ”Know Your Risk, No Heart Disease” agaknya pas untuk mengefektifkan pengenalan risiko penyakit sejak dini demi mencegah angka-angka itu bertambah di kemudian hari.
Penyakit yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan sebutan CVD alias cardiovascular disease itu langsung meroket dan menjadi penyebab utama kematian di dunia saat ini. Di China, satu orang meninggal tiap 15 detik gara-gara CVD dan satu orang terkena penyakit ini saban 22 detik. Di Indonesia, 23,6 persen orang meninggal pada tahun 2004 akibat CVD.
Peluang terkena CVD bisa berasal dari berbagai sudut. Sebut saja diabetes, hipertensi, stroke, hingga kegemukan punya andil sebagai pintu masuk orang terkena CVD. Sejumlah 1,7 juta orang dewasa di seluruh dunia sudah kegemukan. Begitu juga dengan jumlah penderita diabetes. Bila tahun 2000 penderita diabetes berjumlah 171 juta orang, tahun 2030 diramalkan 366 juta orang terkena penyakit ini.
Tingginya angka-angka statistik penyakit itu tentu ada penyebabnya. Gaya hidup yang tidak sehat, olahraga yang kurang, stres berlebihan, hingga faktor genetis merupakan bagian dari penyebab penyakit CVD maupun aneka penyakit yang menjadi pintu masuk ke CVD.
Untuk faktor genetis, sejauh ini masih sulit dicarikan solusinya, kecuali mematuhi pantangan mencegah timbulnya penyakit lain yang menjadi pintu masuk ke CVD.
Gaya hidup
Gaya hidup yang tidak sehat merangkum berbagai hal, mulai dari merokok sampai pola makan yang tidak sehat karena asupan garam, gula, dan lemak yang berlebihan. Masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas tentu tidak punya banyak pilihan untuk menu makan mereka. Asal murah dan kenyang, cukuplah. Pertimbangan kesehatan nyaris tidak ada. Kalaupun memilih menu sayur atau tempe, misalnya, lebih disebabkan harga yang murah.
Namun, bukan berarti masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah hingga atas tidak bisa terserang penyakit ini. Ragam makanan tidak selalu membuat orang memilih yang sehat karena yang sehat belum tentu enak. Lagi-lagi urusan lidah bersaing dengan masalah kesehatan. Konsumsi daging relatif meningkat dibandingkan dengan sayur-mayur.
Seorang kawan yang bekerja sebagai humas di perusahaan kesehatan di Jakarta bahkan enggan menghabiskan makan siang berupa salat, roti isi tuna, sebutir apel, dan jus jeruk. ”Makanan ini terlalu sehat buat saya,” katanya separuh guyon.
Makanan cepat saji di restoran waralaba umumnya lebih mudah diterima kendati dari kacamata kesehatan, makanan ini tidak memenuhi syarat. Begitu pula dengan aneka makanan khas Indonesia yang sarat dengan lemak jenuh yang bisa menggumpal dan menyumbat pembuluh darah.
Begitu pula dengan urusan olahraga dan stres. Keseharian manusia modern zaman kini dengan aktivitas harian yang padat, ruang publik yang terbatas, kemacetan lalu lintas, serta faktor keamanan yang masih minim ikut memengaruhi stres.
Mengendarai sepeda di kota seperti Jakarta baru dilakukan sebagian orang saja. Tata kota yang buruk dan lalu lintas yang terlampau padat sekaligus mempersempit jalur pemakai sepeda membuat berkurangnya pilihan bersepeda. Di Yogyakarta, kebiasaan naik sepeda justru ditinggalkan lantaran kredit sepeda motor semakin murah.
Pada anak-anak, kesempatan untuk bermain di luar rumah menjadi sesuatu yang mewah karena lahan bermain yang sangat terbatas. Belum lagi kekhawatiran orangtua akan keamanan anak bermain di luar pagar rumah, termasuk dengan maraknya kasus penculikan anak.
Sementara itu, industri menciptakan aneka permainan yang memakai teknologi dengan ruang terbatas. Sebut saja games online yang bikin anak gandrung dan menghabiskan waktu berjam-jam di atas kursi warnet. ”Satu anak bisa menghabiskan waktu lima jam sehari untuk bermain games,” kata Devi, pemilik warnet di Kota Padang, Sumatera Barat.
Holistik
Melihat penyebab sakit jantung yang sudah ruwet itu, penyelesaiannya tentu tidak bisa sepotong. Ketua Departemen Riset Ilmiah Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Dr Anwar Santoso mengingatkan bahwa masalah kesehatan ini harus menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat.
Peningkatan kesadaran makanan sehat, misalnya, perlu terus disosialisasikan secara lebih efektif, bukan sekadar lewat spanduk atau leaflet saja. Kampanye makan sehat perlu melibatkan ahli nutrisi serta pengusaha makanan untuk menghasilkan makanan yang enak, sehat, dan (seharusnya) murah.
”Sejumlah makanan di Indonesia mengandung lemak jenuh dan garam yang tinggi. Perlu keterlibatan ahli nutrisi untuk memodifikasi makanan daerah agar tidak meninggalkan kekhasan makanan, tetapi memakai bahan dan metode pengolahan yang sehat,” tutur Anwar.
Para pemegang kebijakan lokal juga perlu memikirkan desain kota yang nyaman dan aman sehingga memungkinkan orang menghabiskan waktu berjalan-jalan atau bersepeda.
Pemasyarakatan ulang permainan tradisional juga perlu dipikirkan kembali karena ragam permainan tradisional umumnya merangsang gerak tubuh anak.
Kegelisahan memperbaiki hidup demi mencegah CVD juga dikerjakan negara lain. Profesor Runlin Gao, ahli CVD dan pengajar di sejumlah perguruan tinggi di China, mengungkapkan, kesadaran untuk mencegah CVD mulai dilakukan Pemerintah China.
”Intinya adalah edukasi. Departemen Kesehatan China membuat komunitas kesehatan masyarakat untuk memopulerkan pencegahan CVD di seluruh provinsi, selain juga edukasi lewat pendidikan formal. Kami ingin membiasakan masyarakat berjalan minimal 40 menit serta lebih banyak mengonsumsi sayur. Pemerintah juga meningkatkan fasilitas kesehatan berikut obat-obatan untuk mengatasi CVD,” kata Gao.
Dari dunia medis, sejumlah obat pencegah CVD mulai dikembangkan. Bayer, salah satu produsen obat, mengeluarkan jenis Aspirin yang bisa membantu mengurangi risiko seseorang terkena CVD.
Kalangan dokter juga membutuhkan satu kata untuk menangani CVD. Urusan jantung dan pembuluh darah ini memang bukan hanya pekerjaan dokter spesialis jantung, tetapi juga membutuhkan campur tangan dokter lain lantaran sejumlah penyakit berpeluang menjadi pintu masuk CVD.
”Kami tengah menyusun panduan penanganan penyakit jantung secara menyeluruh yang bisa diterapkan oleh semua dokter, termasuk dokter umum,” kata Anwar.
Sinergi merupakan upaya menjaga si jantung agar tetap sehat dan tidak jantungan lagi membaca angka-angka statistik penyakit ini di masa datang.
Agnes Rita Sulistyawaty
Sumber : Kompas Cetak
Rabu, 01 Oktober 2008
Kamis, 18 September 2008
Faktor Risiko Stroke Terkini
LITERATUR www.strokebethesda.com1
Penggolongan faktor risiko stroke didasarkan pada dapat atau tidaknya resiko tersebut ditanggulangi / diubah : I.Faktor resiko yang tak dapat diubah atau dicegah/dimodifikasi II.Faktor resiko yang dapat dimodifikasi III.Faktor resiko yang sangat dapat dimodifikasi Pengenalan faktor‐faktor resiko ini penting, karena banyak pasien mempunyai faktor resiko lebih dari 1 (satu) faktor atau bahkan kadang‐kadang faktor resiko ini diabaikan. Setelah mengetahui maka perlu dikenal juga bagaimana cara pengatasan atau penghindaran faktor‐faktor resiko dan cara‐cara pemeriksaan faktor. I. Faktor resiko yang tak dapat diubah 1. Umur Kemunduran sistem pembuluh darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia hingga makin bertambah usia makin tinggi kemungkinan mendapat stroke. Dalam statistik faktor ini menjadi 2 x lipat setelah usia 55 tahun. 2. Jenis. Stroke diketahui lebih banyak laki‐laki dibanding perempuan. Kecuali umur 35 – 44 tahun dan diatas 85 tahun, lebih banyak diderita perempuan. Hal ini diperkirakan karena pemakaian obat‐obat kontrasepsi dan usia harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibanding laki‐laki. 3. Berat Lahir Yang Rendah Statistik di Inggris memungkinkan orang dengan berat bayi lahir rendah menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang lahir dengan berat normal. Namun apa hubungan antara keduanya belum diketahui secara pasti. 4. Ras Penduduk Afrika ‐ Amerika dan Hispanic ‐ Amerika berpotensi stroke lebih tinggi dibanding Eropa ‐ Amerika. Pada penelitian penyakit artherosklerosis terlihat bahwa
penduduk kulit hitam mendapat serangan stroke 38 % lebih tinggi dibanding kulit putih. 5. Faktor Keturunan Adanya riwayat stroke pada orang tua menaikkan faktor resiko stroke. Hal ini diperkirakan melalui beberapa mekanisme antara lain : a. Faktor genetik b. Faktor life style c. Penyakit‐penyakit yang ditemukan d. Interaksi antara yang tersebut diatas 6. Kelainan Pembuluh Darah Bawaan : sering tak diketahui sebelum terjadi stroke II. Faktor Resiko Yang Dapat Diubah Banyak data menunjukkan bahwa penderita stroke yang pertama kali menunjukkan bahwa penderita stroke yang pertama kali menunjukkan angka penurunan terjadinya stroke setelah penanggulangan faktor resikonya, terutama pengatasan faktor resiko artherosklerosis. a. Hypertensi/tekanan darah tinggi Makin tinggi tensi darah makin tinggi kemungkinan terjadinya stroke, baik perdarahan maupun bukan. b. Merokok Penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor resiko terjadinya stroke, terutama dalam kombinasi dengan faktor resiko yang lain misal pada kombinasi merokok dan pemakaian obat kontrasepsi . Hal ini juga ditunjukkan pada perokok pasif. Merokok meningkatkan terjadinya thombus, karena terjadinya artherosklerosis. c. Diabetes Penderita diabetes cenderung menderita artherosklerosis dan meningkat kan terjadinya hypertensi, kegemukan dan kenaikan lemak darah. Kombinasi hypertensi dan diabetes sangat menaikkan komplikasi diabetes termasuk stroke. Pengendalian diabetes sangat menurunkan terjadinya stroke. d. Penyakit Jantung/Atrial Fibrilation
--------------------------------------------------------------------------------
Penderita penyakit katub jantung dengan atau tanpa atrium fibrilasi membutuhkan obat pengencer darah. Atrium fibrilasi apapun penyebabnya dapat menyebabkan terjadinya emboli/jendalan darah yang memicu terjadinya suatu stroke e. Kenaikan kadar cholesterol/lemak darah Penelitian menunjukkan angka stroke meningkat pada pasien dengan kadar cholesterol diatas 240 mg % Setiap kenaikan 38,7 mg % menaikkan angka stroke 25 %. Sedangkan kenaikan HDL 1 m mol (38,7 mg %) menurunkan terjadinya stroke setinggi 47 %. Demikian juga kenaikan trigliserid menaikkan jumlah terjadinya stroke. Pemberian obat‐obat anti cholesterol jenis statin sangat menurunkan terjadinya stroke. f. Penyempitan Pembuluh darah Carotis Pembuluh darah carotis berasal dari pembuluh darah jantung yang menuju ke otak dan dapat diraba pada leher. Penyempitan pembuluh darah ini kadang‐kadang tak menimbulkan gejala dan hanya diketahui dengan pemeriksaan. Penyempitan > 50 % ditemukan pada 7 % pasien laki‐laki dan 5 % pada perempuan pada umur diatas 65 tahun. Pemberian obat‐obat aspirin dapat mengurangi incidence terjadinya stroke, namun pada beberapa pasien dianjurkan dikerjakan carotid endarterectomy. g. Gejala Sickle cel Penyakit ini diturunkan, kadang‐kadang tanpa gejala apapun. Beberapa menunjukkan gejala anemia hemolytic dengan episode nyeri pada aanggota badan, penyumbatan‐penyumbatan pembuluh darah termasuk stroke. h. Penggunaan terapi sulih hormon. Penggunaan terapi sulih hormon dianjurkan untuk mencegah terjadinya stroke dan penyakit jantung vaskuler, namun pada beberapa penelitian pada pemakaian 6 bulan berturut‐turut meningkatkan terjadinya stroke pada pemakaian restradol. Pemakaian sulih hormon untuk mencegah stroke tidak dianjurkan. i. Diet dan Nutrisi Asupan makanan yang mengandung banyak sayur dan buah mengurangi terjadinya stroke. Pemakaian garam dapur berlebihan meningkatkan terjadianya stroke. Mungkin ini dikaitkan dengan terjadinya kenaikan tensi.
--------------------------------------------------------------------------------
Latihan fisik Kegiatan fisik yang teratur dapat mengurangi terjadinya stroke (≥ 30 menit gerakan moderate tiap hari) k. Kegemukan -BMI (Body Mass Index) yaitu BB (kg) = TB (m) > 25 – 29,9 dikategorikan berat berlebih (over weight). Sedang > 30 dikategorikan obesitas -Central Obesitas/Gemuk perut Dihitung jika lingkar perut > 102 cm pad alaki‐laki dan > 88 cm pada perempuan. Kegemukan meningkatkan terjadnya stroke, baik jenis penyumbatan ataupun perdarahan. Penurunan berat badan akan menurunkan juga tekanan darah III. Faktor Resiko Yang Sangat Dapat Diubah a. Metabolik Sindrom Dikatakan metabolik sindrom jika terdapat 3 atau lebih gejala‐gejala sebagai berikut: 1. Gemuk perut 2. Trigliceride > 150 mg % 3. HDL < 40 mg % 4. Tensi ≥ 130 / ≥85 mm Hg 5. Gula puasa ≥ 110 mg % Perubahan gaya hidup, pola makan, penurunan BB dan diet seimbang akan menurunkan terjadinya stroke. b. Pemakaian alkohol berlebihan Pemakaian alkohol berlebihan memicu terjadinya stroke. Pemakaian jumlah sedikit dapat menaikkan HDL cholesterol dan mengurangi perlengketan trombosit dan menurunkan kadar fibrinogen. Alkohol berlebihan akan menyebabkan peningkatan tensi darah, darah gampang menjendal, penurunan aliran darah dan juga atrium fibrilasi. c. Drug Abuse/narkoba Pemakaian obat‐obat terlarang seperti cocain, auphetamine, heroin dsb meningkatkan terjadinya stroke. Obat‐obat ini dapat mempengaruhi tensi darah secara tiba‐tiba, menyebabkan terjadinya emboli, karena adanya endocarditis dan menaikkan kekentalan darah dan perlengketan thrombosit. d. Pemakaian obat‐obat kontrasepsi (OC) Resiko stroke meningkat jika memakai OC dengan dosis obstradial ≥ 50 ug. Umumnya resiko stroke terjadi jika pemakaian ini dikombinasi dengan adanya usia > 35 tahun, perokok, hipertensi, diabetes dan migrain. e. Gangguan Pola Tidur Penelitian membuktikan bahwa tidur ngorok meningkatkan terjadinya stroke. Pola tidur ngorok sering disertai apneu (henti nafas) tidak hanya berpotensi menyebabkan stroke tapi juga gangguan jantung. Hal ini disebabkan penurunan aliran darah ke otak, kenaikan tensi dsb. Pengobatan dilakukan dengan pemeriksaan yang cermat dengan mencari penyebabnya. f. Kenaikan homocystein Homocystein adalah sulpenydril yang mengandung asam amino dan diet yang mengandung methirin. Kenaikan homocystein meningkatkan artheriosclerosis. Diet kaya sayur dan buah akan menurunkan homocystein. g. Kenaikan lipoprotein (a) Lipid protein komplex yang meningkat merupakan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Lp (a) merupakan partikel dari LDL dan peningkatannya akan meningkatkan terjadinya thrombosis dengan mekanisme menghambat plasminogen aktivator. Pengobatan dengan niacin akan menurunkan lp (a) h. Hypercoagubility Ada kecenderungan darah mudah menggumpal di karenakan adanya autiphospolipid antibody. Test dapat dikerjakan dengan pemeriksaan anti crdiolipin antibody dan anticoagulant lypus. i. Peradangan Infeksi dan peradangan pembuluh darah antara lain TBC, syphilis, AIDS, Cacing dapat memicu terjadinya stroke. Kebersihan dan pola hidup sehat diperlukan untuk mencegahnya Pengenalan faktor resiko stroke dan penanganannya akan sangat menurunkan terjadinya stroke. Stroke terjadi setelah kumulasi faktor‐faktor risiko dalam jangka waktu lama. Karenanya pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Kepustakaan Premiary Prevention Of Stroke, AHA/ASA Guideline, Stroke, June 2006 (1583‐1633)
Penggolongan faktor risiko stroke didasarkan pada dapat atau tidaknya resiko tersebut ditanggulangi / diubah : I.Faktor resiko yang tak dapat diubah atau dicegah/dimodifikasi II.Faktor resiko yang dapat dimodifikasi III.Faktor resiko yang sangat dapat dimodifikasi Pengenalan faktor‐faktor resiko ini penting, karena banyak pasien mempunyai faktor resiko lebih dari 1 (satu) faktor atau bahkan kadang‐kadang faktor resiko ini diabaikan. Setelah mengetahui maka perlu dikenal juga bagaimana cara pengatasan atau penghindaran faktor‐faktor resiko dan cara‐cara pemeriksaan faktor. I. Faktor resiko yang tak dapat diubah 1. Umur Kemunduran sistem pembuluh darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia hingga makin bertambah usia makin tinggi kemungkinan mendapat stroke. Dalam statistik faktor ini menjadi 2 x lipat setelah usia 55 tahun. 2. Jenis. Stroke diketahui lebih banyak laki‐laki dibanding perempuan. Kecuali umur 35 – 44 tahun dan diatas 85 tahun, lebih banyak diderita perempuan. Hal ini diperkirakan karena pemakaian obat‐obat kontrasepsi dan usia harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibanding laki‐laki. 3. Berat Lahir Yang Rendah Statistik di Inggris memungkinkan orang dengan berat bayi lahir rendah menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang lahir dengan berat normal. Namun apa hubungan antara keduanya belum diketahui secara pasti. 4. Ras Penduduk Afrika ‐ Amerika dan Hispanic ‐ Amerika berpotensi stroke lebih tinggi dibanding Eropa ‐ Amerika. Pada penelitian penyakit artherosklerosis terlihat bahwa
penduduk kulit hitam mendapat serangan stroke 38 % lebih tinggi dibanding kulit putih. 5. Faktor Keturunan Adanya riwayat stroke pada orang tua menaikkan faktor resiko stroke. Hal ini diperkirakan melalui beberapa mekanisme antara lain : a. Faktor genetik b. Faktor life style c. Penyakit‐penyakit yang ditemukan d. Interaksi antara yang tersebut diatas 6. Kelainan Pembuluh Darah Bawaan : sering tak diketahui sebelum terjadi stroke II. Faktor Resiko Yang Dapat Diubah Banyak data menunjukkan bahwa penderita stroke yang pertama kali menunjukkan bahwa penderita stroke yang pertama kali menunjukkan angka penurunan terjadinya stroke setelah penanggulangan faktor resikonya, terutama pengatasan faktor resiko artherosklerosis. a. Hypertensi/tekanan darah tinggi Makin tinggi tensi darah makin tinggi kemungkinan terjadinya stroke, baik perdarahan maupun bukan. b. Merokok Penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor resiko terjadinya stroke, terutama dalam kombinasi dengan faktor resiko yang lain misal pada kombinasi merokok dan pemakaian obat kontrasepsi . Hal ini juga ditunjukkan pada perokok pasif. Merokok meningkatkan terjadinya thombus, karena terjadinya artherosklerosis. c. Diabetes Penderita diabetes cenderung menderita artherosklerosis dan meningkat kan terjadinya hypertensi, kegemukan dan kenaikan lemak darah. Kombinasi hypertensi dan diabetes sangat menaikkan komplikasi diabetes termasuk stroke. Pengendalian diabetes sangat menurunkan terjadinya stroke. d. Penyakit Jantung/Atrial Fibrilation
--------------------------------------------------------------------------------
Penderita penyakit katub jantung dengan atau tanpa atrium fibrilasi membutuhkan obat pengencer darah. Atrium fibrilasi apapun penyebabnya dapat menyebabkan terjadinya emboli/jendalan darah yang memicu terjadinya suatu stroke e. Kenaikan kadar cholesterol/lemak darah Penelitian menunjukkan angka stroke meningkat pada pasien dengan kadar cholesterol diatas 240 mg % Setiap kenaikan 38,7 mg % menaikkan angka stroke 25 %. Sedangkan kenaikan HDL 1 m mol (38,7 mg %) menurunkan terjadinya stroke setinggi 47 %. Demikian juga kenaikan trigliserid menaikkan jumlah terjadinya stroke. Pemberian obat‐obat anti cholesterol jenis statin sangat menurunkan terjadinya stroke. f. Penyempitan Pembuluh darah Carotis Pembuluh darah carotis berasal dari pembuluh darah jantung yang menuju ke otak dan dapat diraba pada leher. Penyempitan pembuluh darah ini kadang‐kadang tak menimbulkan gejala dan hanya diketahui dengan pemeriksaan. Penyempitan > 50 % ditemukan pada 7 % pasien laki‐laki dan 5 % pada perempuan pada umur diatas 65 tahun. Pemberian obat‐obat aspirin dapat mengurangi incidence terjadinya stroke, namun pada beberapa pasien dianjurkan dikerjakan carotid endarterectomy. g. Gejala Sickle cel Penyakit ini diturunkan, kadang‐kadang tanpa gejala apapun. Beberapa menunjukkan gejala anemia hemolytic dengan episode nyeri pada aanggota badan, penyumbatan‐penyumbatan pembuluh darah termasuk stroke. h. Penggunaan terapi sulih hormon. Penggunaan terapi sulih hormon dianjurkan untuk mencegah terjadinya stroke dan penyakit jantung vaskuler, namun pada beberapa penelitian pada pemakaian 6 bulan berturut‐turut meningkatkan terjadinya stroke pada pemakaian restradol. Pemakaian sulih hormon untuk mencegah stroke tidak dianjurkan. i. Diet dan Nutrisi Asupan makanan yang mengandung banyak sayur dan buah mengurangi terjadinya stroke. Pemakaian garam dapur berlebihan meningkatkan terjadianya stroke. Mungkin ini dikaitkan dengan terjadinya kenaikan tensi.
--------------------------------------------------------------------------------
Latihan fisik Kegiatan fisik yang teratur dapat mengurangi terjadinya stroke (≥ 30 menit gerakan moderate tiap hari) k. Kegemukan -BMI (Body Mass Index) yaitu BB (kg) = TB (m) > 25 – 29,9 dikategorikan berat berlebih (over weight). Sedang > 30 dikategorikan obesitas -Central Obesitas/Gemuk perut Dihitung jika lingkar perut > 102 cm pad alaki‐laki dan > 88 cm pada perempuan. Kegemukan meningkatkan terjadnya stroke, baik jenis penyumbatan ataupun perdarahan. Penurunan berat badan akan menurunkan juga tekanan darah III. Faktor Resiko Yang Sangat Dapat Diubah a. Metabolik Sindrom Dikatakan metabolik sindrom jika terdapat 3 atau lebih gejala‐gejala sebagai berikut: 1. Gemuk perut 2. Trigliceride > 150 mg % 3. HDL < 40 mg % 4. Tensi ≥ 130 / ≥85 mm Hg 5. Gula puasa ≥ 110 mg % Perubahan gaya hidup, pola makan, penurunan BB dan diet seimbang akan menurunkan terjadinya stroke. b. Pemakaian alkohol berlebihan Pemakaian alkohol berlebihan memicu terjadinya stroke. Pemakaian jumlah sedikit dapat menaikkan HDL cholesterol dan mengurangi perlengketan trombosit dan menurunkan kadar fibrinogen. Alkohol berlebihan akan menyebabkan peningkatan tensi darah, darah gampang menjendal, penurunan aliran darah dan juga atrium fibrilasi. c. Drug Abuse/narkoba Pemakaian obat‐obat terlarang seperti cocain, auphetamine, heroin dsb meningkatkan terjadinya stroke. Obat‐obat ini dapat mempengaruhi tensi darah secara tiba‐tiba, menyebabkan terjadinya emboli, karena adanya endocarditis dan menaikkan kekentalan darah dan perlengketan thrombosit. d. Pemakaian obat‐obat kontrasepsi (OC) Resiko stroke meningkat jika memakai OC dengan dosis obstradial ≥ 50 ug. Umumnya resiko stroke terjadi jika pemakaian ini dikombinasi dengan adanya usia > 35 tahun, perokok, hipertensi, diabetes dan migrain. e. Gangguan Pola Tidur Penelitian membuktikan bahwa tidur ngorok meningkatkan terjadinya stroke. Pola tidur ngorok sering disertai apneu (henti nafas) tidak hanya berpotensi menyebabkan stroke tapi juga gangguan jantung. Hal ini disebabkan penurunan aliran darah ke otak, kenaikan tensi dsb. Pengobatan dilakukan dengan pemeriksaan yang cermat dengan mencari penyebabnya. f. Kenaikan homocystein Homocystein adalah sulpenydril yang mengandung asam amino dan diet yang mengandung methirin. Kenaikan homocystein meningkatkan artheriosclerosis. Diet kaya sayur dan buah akan menurunkan homocystein. g. Kenaikan lipoprotein (a) Lipid protein komplex yang meningkat merupakan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Lp (a) merupakan partikel dari LDL dan peningkatannya akan meningkatkan terjadinya thrombosis dengan mekanisme menghambat plasminogen aktivator. Pengobatan dengan niacin akan menurunkan lp (a) h. Hypercoagubility Ada kecenderungan darah mudah menggumpal di karenakan adanya autiphospolipid antibody. Test dapat dikerjakan dengan pemeriksaan anti crdiolipin antibody dan anticoagulant lypus. i. Peradangan Infeksi dan peradangan pembuluh darah antara lain TBC, syphilis, AIDS, Cacing dapat memicu terjadinya stroke. Kebersihan dan pola hidup sehat diperlukan untuk mencegahnya Pengenalan faktor resiko stroke dan penanganannya akan sangat menurunkan terjadinya stroke. Stroke terjadi setelah kumulasi faktor‐faktor risiko dalam jangka waktu lama. Karenanya pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Kepustakaan Premiary Prevention Of Stroke, AHA/ASA Guideline, Stroke, June 2006 (1583‐1633)
Khasiat Tanaman
Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)
umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)
Kunyit = Curcuma Longa
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).
Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)
Sambiloto = Andrographis Paniculata
Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : u menurunkan gula darah
Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.
Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.
Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda
Tumguh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.
Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.
Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.
Manfaat : utk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.
Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.
Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.
Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb
Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.
Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.
Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.
Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.
Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.
Temu Putih = Curcuma Zedoaria
Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.
Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.
Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.
Bawang Merah = Allium Cepa L.
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.
Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis
Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.
Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.
Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum
Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.
Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.
Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.
Side efek : gangguan lambung
Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.
Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.
Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.
Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.
Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.
Meniran = Phyllanthus Ninuri L.
Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.
Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.
Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.
Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.
Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.
Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin
Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.
Bee-Pollen
Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)
Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.
Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.
Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.
Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.
Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh
Bangle tidak disarankan u ibu hamil.
Khasiat bangle dgn herbail lain= ok
Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin
Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.
Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.
Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.
Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.
Tidak disarankan : Penderita darah rendah
Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.
Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni
Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)
Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.
Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal
Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa
Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat
Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)
Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.
Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual
Paria = Momordica Charantia L.
Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.
Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.
Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.
Daun Sendok = Plantago Mayor
Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)
Mengkudu = Noni
Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.
Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme
Khasiat :
Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)
umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)
Kunyit = Curcuma Longa
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).
Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)
Sambiloto = Andrographis Paniculata
Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : u menurunkan gula darah
Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.
Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.
Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda
Tumguh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.
Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.
Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.
Manfaat : utk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.
Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.
Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.
Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb
Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.
Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.
Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.
Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.
Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.
Temu Putih = Curcuma Zedoaria
Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.
Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.
Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.
Bawang Merah = Allium Cepa L.
Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.
Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis
Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.
Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.
Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum
Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.
Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.
Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.
Side efek : gangguan lambung
Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.
Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.
Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.
Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.
Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.
Meniran = Phyllanthus Ninuri L.
Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.
Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.
Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.
Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.
Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.
Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin
Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.
Bee-Pollen
Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)
Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.
Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.
Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.
Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.
Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh
Bangle tidak disarankan u ibu hamil.
Khasiat bangle dgn herbail lain= ok
Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin
Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.
Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.
Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.
Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.
Tidak disarankan : Penderita darah rendah
Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.
Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni
Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)
Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.
Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal
Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa
Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat
Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)
Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.
Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual
Paria = Momordica Charantia L.
Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.
Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.
Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.
Daun Sendok = Plantago Mayor
Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)
Mengkudu = Noni
Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.
Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme
Khasiat :
Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.
Puasa sebagai Obat
MASYARAKAT kita yang religius, kini lebih banyak hanya bersifat simbolis yang dilanda krisis multidimensi. Resiko salah makan bergeser dari makan apa, makan di mana atau apa yang kita makan, apakah itu lahan yang diadakan alih fungsi atau makan kapal yang kini menjadi menu berita nasional. Bahkan sampai kepada kita akan makan siapa. Masih soal makan, ada makan tangan, makan hati berulam jantung, atau pagar makan tanaman, yang nanti sebagai kaplingnya KPAID.
Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, sebagian ulama Salaf menyatakan bahwa Allah telah menghimpun semua tujuan kedokteran dalam Surat Al-A’raf: 31 yaitu ‘’Makan dan minumlah kamu (secukupnya) dan jangan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berlebihan.’’
Makanan yang berlebihan bisa menghasilkan radikal bebas, dengan resiko terjadinya penyakit-penyakit degeneratif yaitu hypertensi, jantung koroner, stroke dan diabetes. Di negara maju, puasa sudah menjadi tren untuk pengobatan terhadap penyakit degeneratif yang mematikan ini. Dengan kita dibuat lapar, berarti keperluan kalori dalam menjalankan fungsi metabolisme dalam tubuh, tak lagi berasal dari asupan makanan kita, tapi dari cadangan kalori yang tersimpan dalam tubuh, apakah berbentuk protein ataupun lemak.
Peristiwa memakan cadangan makanan di dalam tubuh sendiri, kayaknya jeruk makan jeruk ini disebut sebagai glukoneogenesis. Sebagai konsekuensinya adalah tak ada lagi lemak yang menyumbat di pembuluh darah. Sumbatan lemak yang sudah mengeras (sklerotik) di pembuluh darah ini akan menyebabkan berbagai gangguan. Jika di pembuluh darah pada umumnya disebut sebagai hypertensi. Jika tersumbat di pembuluh darah jantung, akan menyebabkan penyakit jantung koroner dengan nyeri dada yang disebut sebagai chest-pain, sedangkan pada pembuluh darah di otak dan akhirnya pecah, disebut dengan stroke. Demikian halnya pada penderita diabetes yang memerlukan pembatasan kalori, maka puasa juga dapat berfungsi sebagai sarana pengobatan yang tangguh. Singkat cerita, puasa adalah pilihan tepat untuk pengobatan penyakit degeneratif, yang artinya suatu tanda kemunduran pada tubuh dan berakhir dengan kematian.
Berpuasa di Bulan Ramadan bukan tanpa makna kalau kita membacanya dengan baik dan diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan kita. Kita akan sehat, baik jasmani dan rohani maupun sosial, dan akhirnya kita akan terbiasa pula untuk makan yang sehat, yaitu makanan yang baik lagi halal (Al-Maidah: 88).
Menahan Diri
Para ahli tafsir berpandangan, puasa sudah ada semenjak umat-umat dan agama-agama terdahulu, baik dilakukan agama-agama bumi (ardhi) seperti Sha’ibah, Manawiyah, Brahma dan Budha maupun agama langit (samawi) yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Pada dasarnya, pemaknaan puasa tidak berbeda dengan yang ada sekarang ini, khususnya Islam, namun maksud dan praktiknya saja yang berbeda.
Orang-orang Mesir kuno zaman dahulu sesungguhnya juga telah melakukan puasa sebagai penyembahan kepada Tuhan yang dinamakan Laysis. Demikian juga orang-orang Yunani berpuasa sebagai penyembahan kepada Tuhan ladang yang dinamakan Demeter. Sedangkan orang-orang Roma sering melakukan puasa pada hari-hari tertentu sebagai penyembahan kepada Tuhan Lizfas, yaitu bintang Yupiter dan Tuhan Siyaris Demeter. Sementara orang-orang India sangat berlebihan dalam melakukan puasa, mereka sering berpuasa beberapa hari tanpa makan dan minum. Maksudnya tiada lain, yaitu mengharapkan keridhaan-Nya.
Ibnu Nadim dalam kitabnya Al-Fihrist mengatakan syariat agama Shai’bah yaitu agama yang berdiri atas penyucian bintang-bintang yang mewajibkan mereka berpuasa tiga puluh hari. Berpuasa tiga puluh hari
sebagai penghormatan kepada bulan, berpuasa sembilan hari sebagai penghormatan kepada Tuhan Keberuntungan. Tujuh hari penghormatan bagi Tuhan Matahari. Ritual mereka adalah ungkapan atas pencegahan dari semua makanan dan minuman, dari semenjak terbit matahari hingga terbenamnya.
Manawiyah, agama yang muncul di Iran abad ketiga masehi, memiliki bermacam-macam puasa dan berkaitan dengan waktu-waktu berkala. Misal, apabila planet Sagitarius turun dan bulan menjadi purnama, mereka berpuasa dua hari tanpa berbuka di antara keduanya. Apabila muncul bulan sabit, berpuasa dua hari dan lain sebagainya. Puasa mereka sebagaimana puasa Sha’ibah.
Sedangkan Brahma, yaitu agama yang dianut kebanyakan orang India bahwa syariat agama mewajibkan puasa atas kasta pendeta, yakni awal musim semi dan awal musim gugur. Pada hari pertama dan keempat belas setiap bulan, juga saat terjadinya gerhana matahari. Berbeda dengan puasa yang dilakukan agama Budha yang mewajibkan puasa dari matahari terbit hingga terbenamnya pada empat hari setiap bulan yang dinamakan Alyubuzata, hari pertama, kesembilan, kelima belas dan keduapuluh dua. Seperti diwajibkan pula saat bersemedi dan diharamkan melakukan aktivitas sampai pada mempersiapkan makanan berbuka.
Puasa pada agama Yahudi dan Nasrani sebenarnya tidak termaktub dalam Kitab Taurat maupun Injil yang ada sekarang ini. Kedua kitab itu hanya memuji dan mengagungkan akan hal itu, akan tetapi mereka berpuasa beberapa hari dalam setahun dengan berbagai cara. Puasa Ramadan sebagai kewajiban seorang muslim yang mesti dan mau tidak mau harus dilakukan, kecuali ada sebab lain yang tidak mengharuskan pelaksanaannya. Dengan berpuasa manusia dituntut untuk lebih mengenal dan memahami hakikat dirinya, hakikat sesamanya dan hakikat Penciptanya. Pada akhirnya, manusia akan dapat dan mampu menjunjung tinggi nilai kemanusiaannya dan meraih kemuliaan sebagai sosok yang berkualitas atau Insan kamil. Bulan paling utama di sisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Saat-saatnya adalah yang paling utama. Ramadan, di bulan engkau diundang menjadi tamu Allah dan dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang dimuliakan.
Di bulan ini, napasmu adalah tasbih, tidurmu adalah ibadah, amalanmu diterima dan doa-doamu diijabah. Mohonlah kepada Allah, Tuhanmu, dengan niat yang tulus dan hati yang suci, agar Ia membimbingmu untuk berpuasa dan membaca kitab-Nya. Kenanglah dalam lapar dan hausmu di bulan ini kelaparan dan kehausan di Hari Kiamat kelak.
Bersedekahlah kepada fakir miskin di sekitarmu. Muliakanlah orang-orang yang lebih tua, dan sayangi yang lebih muda, sambungkan tali persaudaraan, peliharalah lidahmu, tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang tidak halal kau pandang dan pendengaranmu dari hal-hal yang tidak layak engkau dengar.
Dari paparan di atas, dapat kita pahami bahwasanya puasa dalam lintasan manusia dan agama merupakan sesuatu yang fitrah dan alamiah baik dalam pandangan agama-agama bumi maupun agama-agama samawi, artinya perintah menahan diri ini berlaku bagi semua ummat dan agama-agama terdahulu, namun tetap yang menjadi primadona adalah tentang makan sebagai simbol dari suatu upaya menahan diri. Kita tak boleh makan berlebihan. Jauhi makan makanan yang haram, terlebih yang bukan hak kita, yaitu memakan milik negara yang notabene adalah milik rakyat, sebagaimana yang kini berjamaah dilakukan oleh para wakil rakyat, baik di pusat maupun di daerah.
Hebohnya, kita juga membaca di media masa bahwa para Caleg di Provinsi Riau dalam proses pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun jiwa sudah bermain curang. Terbaca, dan kesan saya sewaktu menjabat Direktur RS Jiwa saat pemeriksaan kesehatan jiwa pada periode 2004 yang lalu, tak sedikit mereka bukannya ingin memperbaiki nasib rakyat, tapi justru lebih mementingkan diri sendiri. Menjadi anggota dewan yang terhormat dianggap sebagai suatu lapangan kerja, mengubah nasib. Ingat, terperdaya bujukan setan untuk memakan buah khuldi saja, Nabi Adam dibuang dari surga. Bagaimana kalau waktu itu Adam juga mengenal pengkaplingan tanah di bumi untuk alih fungsi lahan, atau adanya suap jual beli kapal dengan indeks harga saham melebihi sebuah khuldi? Semuanya terpulang kepada kita kita ini semua, bagaimana umat dan pemeluk agama itu sendiri untuk menerapkan puasa itu dengan sungguh-sungguh dalam hidup dan kehidupan sehari hari.
Alangkah besarnya karunia Ramadan, karenanya Ramadan hanya diperuntukkan bagi kaum yang betul betul percaya kepada Allah, dan karenanya Muhammad SAW bersabda ‘’Telah datang kapada kamu Ramadan, raja dari segala bulan, maka ucapkanlah Selamat Datang.’’ Marhaban ya Ramadhan bulan yang penuh berkah. Semoga pasca-Ramadan tahun ini akan membuat kita lebih bisa menahan diri dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, beragama, bernegara dan berbangsa yang diridhai-Nya.***
dr H Ekmal Rusdy : mantan Kadiskes Riau
Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, sebagian ulama Salaf menyatakan bahwa Allah telah menghimpun semua tujuan kedokteran dalam Surat Al-A’raf: 31 yaitu ‘’Makan dan minumlah kamu (secukupnya) dan jangan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berlebihan.’’
Makanan yang berlebihan bisa menghasilkan radikal bebas, dengan resiko terjadinya penyakit-penyakit degeneratif yaitu hypertensi, jantung koroner, stroke dan diabetes. Di negara maju, puasa sudah menjadi tren untuk pengobatan terhadap penyakit degeneratif yang mematikan ini. Dengan kita dibuat lapar, berarti keperluan kalori dalam menjalankan fungsi metabolisme dalam tubuh, tak lagi berasal dari asupan makanan kita, tapi dari cadangan kalori yang tersimpan dalam tubuh, apakah berbentuk protein ataupun lemak.
Peristiwa memakan cadangan makanan di dalam tubuh sendiri, kayaknya jeruk makan jeruk ini disebut sebagai glukoneogenesis. Sebagai konsekuensinya adalah tak ada lagi lemak yang menyumbat di pembuluh darah. Sumbatan lemak yang sudah mengeras (sklerotik) di pembuluh darah ini akan menyebabkan berbagai gangguan. Jika di pembuluh darah pada umumnya disebut sebagai hypertensi. Jika tersumbat di pembuluh darah jantung, akan menyebabkan penyakit jantung koroner dengan nyeri dada yang disebut sebagai chest-pain, sedangkan pada pembuluh darah di otak dan akhirnya pecah, disebut dengan stroke. Demikian halnya pada penderita diabetes yang memerlukan pembatasan kalori, maka puasa juga dapat berfungsi sebagai sarana pengobatan yang tangguh. Singkat cerita, puasa adalah pilihan tepat untuk pengobatan penyakit degeneratif, yang artinya suatu tanda kemunduran pada tubuh dan berakhir dengan kematian.
Berpuasa di Bulan Ramadan bukan tanpa makna kalau kita membacanya dengan baik dan diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan kita. Kita akan sehat, baik jasmani dan rohani maupun sosial, dan akhirnya kita akan terbiasa pula untuk makan yang sehat, yaitu makanan yang baik lagi halal (Al-Maidah: 88).
Menahan Diri
Para ahli tafsir berpandangan, puasa sudah ada semenjak umat-umat dan agama-agama terdahulu, baik dilakukan agama-agama bumi (ardhi) seperti Sha’ibah, Manawiyah, Brahma dan Budha maupun agama langit (samawi) yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Pada dasarnya, pemaknaan puasa tidak berbeda dengan yang ada sekarang ini, khususnya Islam, namun maksud dan praktiknya saja yang berbeda.
Orang-orang Mesir kuno zaman dahulu sesungguhnya juga telah melakukan puasa sebagai penyembahan kepada Tuhan yang dinamakan Laysis. Demikian juga orang-orang Yunani berpuasa sebagai penyembahan kepada Tuhan ladang yang dinamakan Demeter. Sedangkan orang-orang Roma sering melakukan puasa pada hari-hari tertentu sebagai penyembahan kepada Tuhan Lizfas, yaitu bintang Yupiter dan Tuhan Siyaris Demeter. Sementara orang-orang India sangat berlebihan dalam melakukan puasa, mereka sering berpuasa beberapa hari tanpa makan dan minum. Maksudnya tiada lain, yaitu mengharapkan keridhaan-Nya.
Ibnu Nadim dalam kitabnya Al-Fihrist mengatakan syariat agama Shai’bah yaitu agama yang berdiri atas penyucian bintang-bintang yang mewajibkan mereka berpuasa tiga puluh hari. Berpuasa tiga puluh hari
sebagai penghormatan kepada bulan, berpuasa sembilan hari sebagai penghormatan kepada Tuhan Keberuntungan. Tujuh hari penghormatan bagi Tuhan Matahari. Ritual mereka adalah ungkapan atas pencegahan dari semua makanan dan minuman, dari semenjak terbit matahari hingga terbenamnya.
Manawiyah, agama yang muncul di Iran abad ketiga masehi, memiliki bermacam-macam puasa dan berkaitan dengan waktu-waktu berkala. Misal, apabila planet Sagitarius turun dan bulan menjadi purnama, mereka berpuasa dua hari tanpa berbuka di antara keduanya. Apabila muncul bulan sabit, berpuasa dua hari dan lain sebagainya. Puasa mereka sebagaimana puasa Sha’ibah.
Sedangkan Brahma, yaitu agama yang dianut kebanyakan orang India bahwa syariat agama mewajibkan puasa atas kasta pendeta, yakni awal musim semi dan awal musim gugur. Pada hari pertama dan keempat belas setiap bulan, juga saat terjadinya gerhana matahari. Berbeda dengan puasa yang dilakukan agama Budha yang mewajibkan puasa dari matahari terbit hingga terbenamnya pada empat hari setiap bulan yang dinamakan Alyubuzata, hari pertama, kesembilan, kelima belas dan keduapuluh dua. Seperti diwajibkan pula saat bersemedi dan diharamkan melakukan aktivitas sampai pada mempersiapkan makanan berbuka.
Puasa pada agama Yahudi dan Nasrani sebenarnya tidak termaktub dalam Kitab Taurat maupun Injil yang ada sekarang ini. Kedua kitab itu hanya memuji dan mengagungkan akan hal itu, akan tetapi mereka berpuasa beberapa hari dalam setahun dengan berbagai cara. Puasa Ramadan sebagai kewajiban seorang muslim yang mesti dan mau tidak mau harus dilakukan, kecuali ada sebab lain yang tidak mengharuskan pelaksanaannya. Dengan berpuasa manusia dituntut untuk lebih mengenal dan memahami hakikat dirinya, hakikat sesamanya dan hakikat Penciptanya. Pada akhirnya, manusia akan dapat dan mampu menjunjung tinggi nilai kemanusiaannya dan meraih kemuliaan sebagai sosok yang berkualitas atau Insan kamil. Bulan paling utama di sisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Saat-saatnya adalah yang paling utama. Ramadan, di bulan engkau diundang menjadi tamu Allah dan dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang dimuliakan.
Di bulan ini, napasmu adalah tasbih, tidurmu adalah ibadah, amalanmu diterima dan doa-doamu diijabah. Mohonlah kepada Allah, Tuhanmu, dengan niat yang tulus dan hati yang suci, agar Ia membimbingmu untuk berpuasa dan membaca kitab-Nya. Kenanglah dalam lapar dan hausmu di bulan ini kelaparan dan kehausan di Hari Kiamat kelak.
Bersedekahlah kepada fakir miskin di sekitarmu. Muliakanlah orang-orang yang lebih tua, dan sayangi yang lebih muda, sambungkan tali persaudaraan, peliharalah lidahmu, tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang tidak halal kau pandang dan pendengaranmu dari hal-hal yang tidak layak engkau dengar.
Dari paparan di atas, dapat kita pahami bahwasanya puasa dalam lintasan manusia dan agama merupakan sesuatu yang fitrah dan alamiah baik dalam pandangan agama-agama bumi maupun agama-agama samawi, artinya perintah menahan diri ini berlaku bagi semua ummat dan agama-agama terdahulu, namun tetap yang menjadi primadona adalah tentang makan sebagai simbol dari suatu upaya menahan diri. Kita tak boleh makan berlebihan. Jauhi makan makanan yang haram, terlebih yang bukan hak kita, yaitu memakan milik negara yang notabene adalah milik rakyat, sebagaimana yang kini berjamaah dilakukan oleh para wakil rakyat, baik di pusat maupun di daerah.
Hebohnya, kita juga membaca di media masa bahwa para Caleg di Provinsi Riau dalam proses pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun jiwa sudah bermain curang. Terbaca, dan kesan saya sewaktu menjabat Direktur RS Jiwa saat pemeriksaan kesehatan jiwa pada periode 2004 yang lalu, tak sedikit mereka bukannya ingin memperbaiki nasib rakyat, tapi justru lebih mementingkan diri sendiri. Menjadi anggota dewan yang terhormat dianggap sebagai suatu lapangan kerja, mengubah nasib. Ingat, terperdaya bujukan setan untuk memakan buah khuldi saja, Nabi Adam dibuang dari surga. Bagaimana kalau waktu itu Adam juga mengenal pengkaplingan tanah di bumi untuk alih fungsi lahan, atau adanya suap jual beli kapal dengan indeks harga saham melebihi sebuah khuldi? Semuanya terpulang kepada kita kita ini semua, bagaimana umat dan pemeluk agama itu sendiri untuk menerapkan puasa itu dengan sungguh-sungguh dalam hidup dan kehidupan sehari hari.
Alangkah besarnya karunia Ramadan, karenanya Ramadan hanya diperuntukkan bagi kaum yang betul betul percaya kepada Allah, dan karenanya Muhammad SAW bersabda ‘’Telah datang kapada kamu Ramadan, raja dari segala bulan, maka ucapkanlah Selamat Datang.’’ Marhaban ya Ramadhan bulan yang penuh berkah. Semoga pasca-Ramadan tahun ini akan membuat kita lebih bisa menahan diri dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, beragama, bernegara dan berbangsa yang diridhai-Nya.***
dr H Ekmal Rusdy : mantan Kadiskes Riau
Langganan:
Komentar (Atom)